Labuhanbatu, hetanews.com - Kasus dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur, inisial ZS (5) terkesan mandek.

Ini terbukti sejak kasus itu dilaporkan ayah kandung korban, L Sihotang kurang lebih 5 bulan lalu, berkasnya belum juga lengkap atau P21.

Hal ini membuat kuasa hukum L Sihotang, Sepriandi Saragih mendatangi Polres Labuhanbatu dan Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Rabu (20/12/2017).

Menurut Sepriandi, terkesan lamban penanganan kasus dugaan penganiayaan dengan terlapor inisial MG, oknum pegawai Lembaga Permasyarakatan (Lapas)  Kelas IIA Lobusuna Rantauprapat itu.

Ini sesuai hasil pertemuan dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus itu, Susi Sihombing dan penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Labuhanbatu, Briptu Umum Rahayu.

"Menurut JPU, berkas yang sudah mereka terima dari penyidik Polres masih perlu dilengkapi lagi beberapa bukti berupa kesaksian dan perbaikan BAP pelapor yang kurang sempurna dikerjakan oleh penyidik," sebut Sepriandi.

Kejaksaan Negeri Labuhanbatu.

Sementara menurutnya, penyidik juga membenarkan berkas itu dikembalikan jaksa guna penyempurnaan. Namun kendala yang disampaikan, bahwa pengembalian berkas baru bisa sekitar tanggal 4 Januari 2018.

"Kita meminta penyidik maupun JPU yang menangani kasus ini lebih serius untuk mengungkap dan mengajukan ke pengadilan. Ini demi terciptanya kepastian dan rasa keadilan bagi kepentingan hukum klien kami," papar Sepriandi.

Dirinya juga meminta agar obyektif melihat penderitaan yang dialami anak kliennya dengan jernih dan jangan coba-coba pihak manapun mengintervensi proses perkara tersebut.

"Anak adalah generasi penerus bangsa ini yang perlu kita lindungi dari kekerasan dalam bentuk apapun. Ini bukan hanya masalah sakit atau luka yang dialaminya, namun lebih kronis adalah perasaan trauma yang mendalam dan berkepanjangan, sehingga akan diingatnya korban seumur hidupnya, terlebih jika tersangka tak diberi sanksi tegas sesuai aturan hukum," tukas Sepriandi.

Sebelumnya, kasus penganiayaan itu dialami ZS pada Selasa (18/7/2017). Saat itu MG melemparkan botol Aqua ukuran sedang berisi air pada ZS sehingga menyebabkan luka di bagian mata dan wajah memar.

Menurut Sepriandi, ZS sering bermain di kompleks Lapas, karena ibu nya juga bekerja di sana. Namun saat kejadian entah mengapa MG emosi dan melempar botol berisi air ke wajah korban.