HETANEWS.COM

Viral Wali Kota Siantar Teriak-Teriak, Willy: "Kadang Orang Emosi karena Gak Tau Apa-apa"

Siantar, hetanews.com - Sejumlah pihak terus mengkritik sikap Wali Kota Siantar, Hefriansyah yang teriak-teriak di hadapan warganya ketika mengunjungi pasar murah. Sebab, selain dinilai tak layak, Hefriansyah juga disarankan untuk banyak belajar guna memperdalam pengetahuannya.

Salah satu pengetahuan yang harus ditimba Wali Kota, yakni tentang fungsi dan peranan pers. Hal ini merupakan latar belakang atas viralnya video berisi Wali Kota Siantar berteriak meminta bukti terkait dugaan penyimpangan distribusi gas elpiji 3 Kg dilokasi pasar murah, di Kantor Kelurahan Sipinggol-pinggol, beberapa hari yang lalu.

Seperti disampaikan praktisi hukum, Willy Sidauruk kepada hetanews, sekira pukul 15.00 WIB tadi. Dijelaskannya, Wali Kota dalam video itu seakan tak sadar, bahwa dirinya seorang kepala daerah, di kota itu.

"Menurutku Wali Kota Siantar ini gak tau kalo dia seorang Wali Kota. Dasarnya, karena dia meminta bukti kepada wartawan. Harusnya dia mengkonfrontir informasi itu ke bawahannya, bukan minta bukti ke wartawan. Urusan bukti atas dugaan penyimpangan adalah urusan penegak hukum. Bukan ke media," ujarnya, Selasa (19/12/2017).

Praktisi hukum muda itu, meminta Hefriansyah untuk menimba pengetahuannya. Dalam video tersebut, Hefriansyah harus memanggil pejabatnya, bukan malah teriak minta bukti kepada awak media, katanya lagi.

"Kalo memang mau membenahi Siantar, harusnya dia panggil pejabat disitu, perintah kan untuk usut informasinya. Itu saja. Tak perlu yang lain-lain,"tandasnya.

"Ua belajar lah dulu, belajar cara beretika. Dia gak tau fungsi pers. Karena dugaan kecurangan-kecurangan di instansi pemerintahan sebenarnya bukan harus nunggu ada yang mengadu, baru dia mau proses,"ucapnya. 

Baca Juga: Viral! Wali Kota Siantar Teriak-Teriak di Hadapan Warganya, 'Mana Buktinya?'

Baca Juga: Sumut Watch Kritik Skill dan Sikap Tempramental Hefriansyah

Baca Juga: Soal Wali Kota Siantar Teriak-Teriak, Denny Siahaan: Tidak Harus Emosional

Dia menantang sang Wali Kota untuk memecat seorang kepala dinas atau pejabat yang bermasalah, apabila ditemukan kelak dihari kemudian. Ini guna ketaatan akan peraturan, sekaligus mengukur kesetiaan Wali Kota yang memimpin sekitar 250 ribu warga Siantar.

"Tapi coba kita tantang Wali Kota ini ketika dikasih bukti (kecurangan), berani gak dia memecat kepala dinas atau pejabat. Tapi jangan pula nanti sudah terbukti bersalah pejabatnya, dia bilang tunggulah dulu putusan hukum, ya gak boleh begitu,"pintanya.

Selain dari itu, Willy mengatakan, seseorang berbicara sambil amarah belum tentu pertanda orang yang tegas. "Karena dalam suatu kasus orang yang emosional terkadang menutupi ketidaktauannya dengan amarah," bebernya.

Maka, untuk periode kedepan, ia menghimbau warga benar-benar memilih kepala daerah yang betul berkompeten agar mampu memimpin kota Siantar dimasa akan datang.

Penulis: bt. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!