HETANEWS.COM

Datang ke Kantor Sekda untuk Ambil SK, Eh Ternyata Tertipu

Foto terduga pelaku Basuki ST yang diberikan korban DS kepada wartawan.

Siantar, hetanews.com - Sekitar tiga orang mendatangi Kantor Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Siantar di Balai Kota, Jalan Merdeka, Kecamatan Siantar Barat.

Mereka berniat mengambil Surat Keputusan (SK) untuk menjadi pegawai tenaga honorer Pemko Siantar, namun naas bagi mereka, ternyata hal itu hanya bohong belaka.

Ditemui di ruangan tunggu kantor Sekda Pemko Siantar, Senin (18/12/2017), pukul 12.00 WIB, korban penipuan berinisial DS, mengaku kedatangannya ke kantor Sekda Pemko Siantar karena disuruh terduga pelaku penipuan Basuki untuk mengambil SK nya sebagai tenaga honorer di Pemko Siantar. Dan kehadiran korban sontak membuat bingung para ajudan dan pegawai Pemko Siantar, dimana sepengetahuan mereka, tidak ada penerimaan pegawai honorer di Pemko Siantar.

Selanjutnya, korban mengaku, bahwa ia kenal karena satu kost dengan pelaku, di Jalan Medan Area, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar.

Awalnya, Jumat (15/12/2017) lalu, di kost, korban bertemu pelaku. Saat itu korban sedang memasak. Lalu pelaku bertanya, 'Orang mana, saya jawab orang Medan. Saya juga orang Medan, aku pelaku," sebut DS.

Lalu pelaku bertanya, ada rencana apa di Siantar. DS pun mengaku berencana mau mencari kerja. Lalu pelaku mengatakan agar dirinya membuat surat lamaran dan dimasukkan nanti menjadi tenaga honorer APBD di Siantar.

Pelaku juga mengaku, keberadaannya di Kota Siantar karena ada kerjaan proyek dan tanggal 28 Desember 2017 nanti mengaku balik ke Medan.

Lalu pada Sabtu (16/12/2017), sekira pukul 11.00 WIB, melalui telepon seluler, pelaku minta copyan berkas-berkas korban dan menyuruh datang ke kantor Wali Kota Siantar untuk menemui dirinya. 

Kuitansi pengiriman uang dari DS kepada pelaku Basuki ST.

Selanjutnya, setelah bertemu di kantor Wali Kota Siantar, pelaku kembali mengatakan, agar hari Senin (18/12/2017), SK nya sudah bisa diambil. Namun yang mengambil SK itu harus pihak orang tua.

"Senin (18/12/2017) sekira pukul 11.30 WIB, menelepon saya dan disuruh ke Bank Sumut mentransfer uang sebesar Rp 300 ribu. Saya juga suruh datang ke kantor Wali Kota Siantar bawa KTP asli," jelasnya.

Sebelumnya, pantauan wartawan di ruang tunggu kantor Sekda Pemko Siantar, ada 2 ora v pria dan 1 wanita, serta seorang anak kecil, warga Jalan Seram, Kelurahan Banten, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, juga mengakui sedang menunggu Basuki. Ini karena dijanjikan akan dikerjakan sebagai tenaga honorre di Pemko Siantar.

"Saya kesini menunggu pak Basuki, karena mau dimasukkan kerja menjadi honorer di Pemko Siantar. Saya sudah tranfer uang melalui Bank Sumut sebesar Rp 3 juta kepada pak Basuki. Ini agar saya dan adik dimasukkan jadi honorer di Pemko Siantar," aku korban saat ditanyai pegawai Pemko Siantar dan ajudan Sekda. 

Namun, hingga pukul 15.00 Wib, Basuki orang yang ditunggu-tunggu tak kunjung kelihatan (datang). Dihubungi nomor pelaku aktif dan tetap memerintahkan korban agar menunggu. Namun, batang hidung pelaku tak kunjung kelihatan, hingga akhirnya para korban pulang dan menunggu di kostnya pelaku.

Penulis: tom. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!