Ini Sosok Polisi Ganteng yang Tewas Disambar KA

Bripda Sheriff bersama kedua orangtuanya/ Foto: Istimewa

Jombang, hetanews.com - Anggota Sat Lantas Polres Jombang Bripda Sheriff Gagah Hidayattulloh tewas disambar KA Bangunkarta di perlintasan Bandar Kedungmulyo. Ini sosok dan kesehariannya.

Bripda Sheriff lahir di Jombang 7 Januari 1994 silam. Almarhum merupakan anak ke dua dari dua bersaudara pasangan Maksum (59) dan Endang Salindri Rahayu (58). Ayahnya juga anggota Polri berpangkat Aiptu yang menjabat Kepala SPKT Polsek Diwek, Jombang.

Polisi tampan ini lulus dari SDN Jombang IV tahun 2006. Dia melanjutkan pendidikan di SMPN 2 Jombang hingga tahun 2009, kemudian di SMA PGRI 7 Jombang lulus tahun 2012.

Setelah itu, polisi lajang dengan tinggi badan 177 cm ini mengikuti pendidikan pembentukan (Diktuk) Brigadir Dalmas Polda Jatim. Bripda Sheriff lulus dari pendidikan itu, 24 Desember 2014.

Lulus dari pendidikan Polri, Bripda Sheriff ditugaskan menjadi Banit Dalmas Sat Sabhara Polres Jombang sejak 6 September 2014. Baru 11 Mei 2016, almarhum dipindah tugaskan di Sub Unit BM Unit Turjawali Sat Lantas Polres Jombang hingga ajal menjemputnya.

Bripda Sheriff bersantai dengan kekasih/ Foto: Istimewa

"Kinerja almarhum rata-rata bagus, tiap target operasi selalu tercapai. Tidak pernah melakukan pelanggaran, baik etik maupun disiplin," kata Kasat Lantas Polres Jombang AKP Inggal Widya Perdana saat dihubungi detikcom, Minggu (17/12/2017).

Meninggalnya Bripda Sheriff juga meninggalkan duka mendalam bagi rekan sesama polisi di Polres Jombang. Bagaimana tidak, almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul dengan semua orang.

"Kalau apel dia paling tepat waktu, atur contraflow langsung sigap," ujarnya.

nggal punya kenangan tersendiri tepat di hari Bripda Sheriff gugur dalam tugas. Menurut dia, di hari nahas itu, almarhum seakan tak punya lelah bertugas mengatur kepadatan arus lalu lintas di jalur nasional Surabaya-Madiun, tepatnya di perlintasan KA Desa Plosorejo, Bandar Kedungmulyo.

"Di perlintasan Bandar itu padat karena bertepatan dengan liburan sekolah dan ada perlintasan. Dia (Bripda Sheriff) malah memacu rekan-rekannya untuk melakukan contraflow. Sampai empat kali contraflow akhirnya terjadi musibah," terangnya.

Jenazah Bripda Sheriff pagi tadi telah dimakamkan di tanah kelahirannya, Perumahan Jaya Abadi Blok E 24, Desa Jombatan, Jombang Kota. Penghargaan pun diberikan kepada almarhum untuk dedikasinya selama ini.

"Almarhum mendapatkan kenaikan pangkat Briptu Anumerta, penghargaan lain sedang kami ajukan ke pimpinan," tandasnya.

Bripda Sheriff tewas disambar KA Bangunkarta di perlintasan Bandar Kedungmulyo saat bertugas mengatur kepadatan arus lalu lintas, Sabtu (16/12/2017) sekitar pukul 17.21 WIB. Saat itu korban berusaha menghalau pengendara sepeda motor yang nekat menerobos palang pintu.

 

Sumber : Detik.Com

Penulis: -. Editor: gun.