HETANEWS.COM

Memalukan, Warga Sidamanik 'Rebutan' Makanan di Acara Natal Bersama Pemkab Simalungun

Kekacauan yang terjadi di sela-sela acara perayaan Natal 2017 yang digelar Pemkab Simalungun di Kecamatan Sidamanik. (Foto/Noto).

Simalungun, hetanews.com - Acara perayaan Natal yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun, di Kecamatan Sidamanik, Jumat (15/12/2017), menyisahkan sebuah kekecewaan bagi sebagian undangan yang hadir.

Pasalnya, telah terjadi kekacauan kecil sesaat setelah pembawa acara, mengumumkan kepada panitia untuk membagikan konsumsi kepada para undangan.

Amatan hetanews.com, para undangan justru terkesan kurang sabar menunggu antrian pembagian makanan dan terlihat berduyun-duyun mendatangi meja panitia. Warga yang tak sabar langsung mengambil nasi kotak, sehingga memicu perebutan makanan oleh warga yang sudah antri terlebih dahulu.

Selain berebut makanan, warga juga terlihat merebutkan kalender yang sedianya akan dibagikan selesai acara. Panitia yang mencoba melerai dengan menghimbau para undangan untuk tertib, tidak dihiraukan warga.

Kekacauan semakin menjadi-jadi, setelah warga menggeruduk tumpukan sembako yang sedianya juga akan dibagikan pasca acara selesai. Tanpa aba-aba dari panitia, warga yang didominasi kaum ibu dan anak-anak langsung berlarian menuju tumpukan sembako dan mengambil secara sesuka hati.

Kekacauan yang terjadi pasca warga berebut sembako. (Foto/Noto).

Akibatnya, warga yang ikut berdesakan khususnya anak dan lansia menjadi ikut terinjak-injak. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dikerahkan untuk mengamankan warga, tidak mampu membendung kekacauan yang terjadi.

Seorang ibu, bahkan terlihat marah-marah dan merasa sangat kecewa terhadap tingkah laku warga yang tidak mencerminkan budaya tertib. Kata ibu berambut pendek ini, kedua anaknya yang berada di dekat kerumunan ikut terinjak-injak oleh warga.

"Ya ampun yang ngeri kali lah orang-orang ini, makan kalian lah itu sembako-sembako itu. Tapi jangan injak-injak anakku ini, enggak dapat pun enggak apa - apa nya aku, tapi jangan gitu kali lah, pailahon (memalukan)," ucapnya dengan nada kesal.

Sementara itu, di posko pasar murah yang dibuka Pemkab Simalungun, warga juga terlihat kurang tertib dan kurang sabar dalam mengantri.

Terdengar teriakan yang dilontarkan salah seorang panitia. "Sabar dulu, satu-satu kami layani, baris dulu untuk antri," teriak laki-laki mengenakan baju bertuliskan semangat baru Sumut.

Apa yang diperlihatkan oleh masyarakat Kecamatan Sidamanik, sungguh tak pantas ditiru.

Ironisnya, sekira setengah jam sebelum kekacauan itu terjadi, salah satu pendeta yang mengisi ceramah di mimbar menganjurkan kepada masyarakat di Sidamanik, untuk saling mengasihi dalam merayakan suka cita Natal tahun 2017.

Namun faktanya, belum lagi acara selesai, masyarakat di Kecamatan Sidamanik justru kembali menunjukkan sikap kurang terpuji dalam memaknai suka cita penyambutan hari kelahiran Yesus Kristus tersebut.

Penulis: tim. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!