HETANEWS.COM

Di Sergai, Susi Pudjiastuti Nyatakan Tolak Pukat Trawl 

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastutididampingi Gubsu, Tengku Ery Nuradi, Bupati Sergai, Soekirman, Danlantamal I Belawan Kolonel Laut (P) Ali Triswanto melakukan dialog dengan para nelayan acara Rembug Nelayan Sumatera Utara. (foto : Sutrisno)

Sergai, hetanews.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menghadiri acara Rembug Nelayan Sumatera Utara yang dilaksanakan di Pantai Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Kamis (14/12/2017).

Hadir juga dalam acara tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI Edi Prabowo, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Ery Nuradi, Bupati Sergai, Soekirman, Danlantamal I Belawan, Kolonel Laut (P) Ali Triswanto, Kadis Perikanan dan Kelautan Sumut, Zonny Waldi, Kajari Sergai, Jabal Nur, Kadis Kanla, Sri Wahyuni Pancasilawati, Ketua Rembug Nelayan Sumut, Sutrisno, serta ribuan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Tradisional.

Menyambut kedatangan Susi Pudjiastuti di Sergai, Bupati Soekirman pada awal sambutannya mengucapkan selamat datang di tanah bertuah negeri beradat. Menurutnya, dengan kehadiran Susi diharapkan dapat membawa dampak positif bagi nelayan Sumatera Utara khususnya nelayan Sergai, serta dapat menampung aspirasi nelayan tradisional dan memberikan motivasi agar mereka mampu mengembangkan perekonomiannya.

Sedangkan Susi Pudjiastuti mengatakan, bahwa pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menampung aspirasi para nelayan.

Selanjutnya, Susi menyebutkan, untuk merubah sesuatu tidak semudah yang dibayangkan, menjadikan laut masa depan bangsa dan mewariskan laut yang kaya dengan ikan dan biota-biota laut lainnya kepada anak cucu di masa mendatang merupakan tanggung jawab bersama.

"Untuk memastikan pengelolaan laut secara benar harus punya kebijaksanaan yang berpihak kepada nelayan tradisional dan menjaga habitat biota laut. Mencegah hal-hal yang dapat merusak habitat ikan dan merusak peralatan tangkap nelayan tradisional  misalnya pukat trawl harus ditindaklanjuti dengan serius," sebut Susi.

Acara yang disponsori Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) itu juga diisi dengan sesi tanya jawab dari Aliansi Nelayan Tradisional yang meminta penghapusan pukat trawl yang tidak mempunyai izin operasi. Karena dengan beroprasinya pukal trawl mengakibatkan penghasilan nelayan tradisional menjadi menurun. Serta mengharapkan adanya SPBU mini utuk nelayan.

Menjawab pertanyaan itu, Susi mengajak nelayan untuk membuat koperasi yang bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diharapkan dapat mengembangkan perekonomian nelayan tradisional.

Menambahkan jawaban dari Menteri, Tengku Ery menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah mengeluarkan izin untuk pukat trawl dan akan menindaknya. Selain itu, sepanjang tahun 2017 ini sudah 20.000 asuransi nelayan yang telah dikeluarkan.

Gubsu juga mengajak untuk saling menjalin sinergitas antara pemerintah daerah, provinsi dan pusat untuk menjaga laut.

Ketua Kegiatan Rembug Nelayan Sumut, Sutrisno dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini diselenggarakan dengan dana dari nelayan yang dilaksanakan nelayan dan diperuntukkan untuk nelayan pula. Sutrisno juga merasa bangga dengan kehadiran Menteri Susi di daerah ini dan diharapkan dapat memotivasi para nelayan tradisional di Sumut. Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat menampung aspirasi nelayan tradisional. 

Penulis: sutrisno. Editor: aan.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!