Simalungun, hetanews.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) David L Sipayung menuntut terdakwa Adventus Nainggolan (39) warga Jalan Panribuan Kecamatan Dolok Silau, dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp 500 juta sub 3 bulan, disidang Pengadilan Negeri Simalungun, Kamis (14/12/2017).

Menurut jaksa, terdakwa telah terbukti menebang pohon pinus di kawasan hutan lindung sesuai keterangan ahli Tigor. Perbuatan itu dilakukan terdakwa pada Minggu, 6 Agustus 2017 sekira pukul 18.00 wib di Hutan Simacik II Panribuan Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun.

Terdakwa mengajak Eman Surbakti (dituntut 1,6 tahun) selaku pemilik sinshaw dan mendapat upah Rp 100 ribu dari Adventus. Setelah menebang pohon pinus lalu dipotong menjadi papan ukuran 3/4 inci sebanyak 50 keping dan broti ukuran 2 x 3 inci x 4,8 m sebanyak 20 batang.

Lalu terdakwa memerintahkan Begin Tarigan dan Reno Surbakti (masing-masing dituntut 1,4 tahun) untuk mengangkat hasil olahan kayu yang tak jauh dari lokasi penebangan. Perbuatan para terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 50 (3) huruf e jo pasal 778 (5) UU RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.

Atas tuntutan tersebut, para terdakwa secara bergantian memohon kepada majelis hakim pimpinan A Hadi Nasution agar meringankan hukumannya dengan alasan menyesal.

Untuk itu, majelis hakim akan mempertimbangkannya dalam putusan dan persidangan ditunda hingga Rabu mendatang.