HETANEWS
CITIZEN JOURNALISM

Tagon Sihotang Lecehkan Tenaga Kerja Kemendes

Simalungun, hetanews.com - Pihak Nagori kreatif membuat buku pembantu kegiatan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Dana Desa (DD), Kabid Pemnag DPMPN (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan) Pemkab Simalungun, Tagon Sihotang malah melecehkan para tenaga Kementerian Pedesaan (Kemendes) di Kecamatan Panei. 

Aksi pelecehan yang dilakukan oknum Kabid Pemnag DPMPN tersebut terjadi, Jumat (8/12/2017) di ruangan harungguan Kantor Camat Panei.

Ini berawal dari diperiksanya SPJ Dana Fesa Nagori di Kecamatan itu yang akhirnya terungkap bahwa ada Bendahara Nagori membuat buku pembantu kegiatan TPK. 

Sementara menurut sumber yang tak ingin direpotkan, Sabtu (9/12/2017), kreatif pihak Nagori itu memang ada di Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 114 Tahun 2014 sebagai alat kontrol TPK dan bendahara untuk menyelesaikan SPJ.

Karena dari buku pembantu kegiatan itu pihak Nagori tau untuk apa aja pemanfaatan dana desa. 

"Kan pertama dia (Tagon) periksa SPJ nya nagori. Ntah kenapa tiba-tiba dibilang salah satu Bendahara Nagori kalau mereka membuat buku pembantu kegiatan TPK. Terus ditanya Tagon, siapa yang bikin buku tersebut. Dan menuding kreatifnya pihak nagori karena para pendamping desa," ungkapnya. 

Selanjutnya, sambung sumber, bendahara itu pun membenarkan hal itu. Tagon langsung melecehkan para pendamping desa yang hadir di ruangan harungguan.

"Kalian gak usah bikin gak gak pendamping desa. Kalian diutus oleh Kemendes, mendampingi, bukan bikin repot Nagori," ucapan sumber menirukan perkataan Tagon. 

"Percuma kalian ini digaji mahal-mahal, rugi negara menggaji kalian.Terus dibilang nya, jangan makan gaji buta kalian, jangan kalian rusak kabupaten ku ini," papar sumber kembali menirukan perkataan Tagon.

Lanjut sumber, jika Tagon menyatakan, pendampingan yang dilakukan para pendamping desa selama ini ke nagori-nagori itu sia-sia. 

Mirisnya, Tagon Sihotang yang dilayangkan konfirmasi apakah praktek yang telah dilakukan oleh pihak Nagori menyalahi peraturan dan perundang undangan, serta apakah aksinya sudah sesuai dengan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, malah memforwardkannya kepada para pendamping desa. 

Dan mengancam salah satu pendamping desa, siapa yang melaporkan aksinya tersebut kepada wartawan, sehingga dirinya menerima konfirmasi hetanews. Dan hingga berita ini dilansir, dua konfirmasi pesan singkat yang dilayangkan hetanews.com diabaikan Tagon.

Penulis: zai. Editor: aan.