Dharma Wanita Diharapkan Jadi Motor Penggerak Keluarga

HUT ke 18 Dharma Wanita Persatuan (DWP) tahun 2017, Provinsi Sumut, ditandai pemotongan nasi tumpeng, di aula kantor Dinas Perhubungan Sumut, Kamis (7/12/2017). (foto/ardiansyah)

Medan, hetanews.com  - Keberadaan Dharma Wanita Provinsi Sumatera Utara, diharapkan dapat menjadi motor penggerak keluarga dan pendukung Aparatur Sipil Negara (ASN) agar dapat bekerja lebih baik. Sehingga Sumut dapat semakin solid, bersatu saling terintegrasi menuju ke arah yang lebih baik ke depan.

Demikian dikatakan Plt Sekda Provsu, Ibnu Sri Hutomo, pada peringatan HUT ke-18 Dharma Wanita Persatuan (DWP) tahun 2017, Provinsi Sumut, di aula kantor Dinas Perhubungan Sumut, Kamis (7/12/2017).

Dikatakan Ibnu, sesuai dengan tema HUT ke-18 DWP tahun 2017 yakni ‘Pengembangan Kualitas Isteri Aparatur Sipil Negara Menuju Ketahanan Keluarga’, maka sudah seharusnya keberadaan dharma wanita dapat menjadi motor penggerak keluarga Indonesia, sehingga pembangunan dapat menjadi lebih baik.

"Dharma wanita juga kita harapkan dapat menjadi pendorong dan pendukung semangat ASN untuk memberikan pelayanan terbaik serta peningkatan kinerja ASN," ujarnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu, penasehat DWP  Sumut, Ny Evi Diana Tengku Erry Nuradi, Ketua DWP  Sumut, Nur Asnida Arsyad Lubis, para asisten, staf ahli dan kepala SKPD di jajaran Provsu, Ketua BKOW Sumut, Kemalawati, pimpinan organisasi wanita di Sumut, serta ketua DWP instansi vertikal pemerintah pusat dan instansi pemerintah Provsu serta ketua DWP kabupaten/kota.

Ibnu juga berpesan agar DWP Provsu ke depannya dapat semakin bersatu, saling bersinergi dan saling bertukar pikiran. Dengan begitu, diharapkan Sumut dapat semakin baik dan paten.

"Semoga usia Dharma Wanita Persatuan yang ke-18 ini bisa menjadi berkah bagi Sumut dan menjadikan Sumut sejahtera dan paten," ungkapnya.

Evi Diana Tengku Erry Nuradi mengatakan, peringatan ini telah membuktikan, bahwa wadah tempat berhimpunnya istri-istri ASN telah turut berkiprah dan mengambil bagian dalam upaya membangun bangsa, khususnya perempuan dan anak, serta meningkatkan wawasan dan pengetahuan anggota.

Dikatakan Evi, usia ke-18 bagi suatu organisasi bukanlah usia yang pendek. Hal ini dapat disyukuri, bahwa DWP ini mampu mempertahankan kelangsungan hidup organisasi serta semakin matang dan dewasa.

"Kita sadari bahwa upaya menjalankan suatu organisasi adalah tidak mudah, apalagi mengayomi seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan yang berbeda latar belakang profesinya, berbeda suku, budaya serta tempat tinggalnya, namun kesemuanya itu adalah sama yakni anggota Dharma Wanita Persatuan istri dari ASN dan anggota ASN itu sendiri," jelasnya.

Evi mengatakan, untuk memajukan suatu bangsa maka yang pertama harus ditingkatkan kualitasnya adalah perempuan. Hal ini dikarenakan perempuan pemegang peranan penting dalam keluarga, lingkungan dan masyarakat.

"Anggota dharma wanita adalah pendidik yang pertama bagi anak agar menjadi generasi yang baik, untuk mencapai hal itu maka seorang ibu dituntut berwawasan luas, berkualitas dan kaya dengan pengalaman serta menjadi motivator bagi keluarga dan lingkungannya," papar Evi.

Evi juga mengapresiasi rangkaian kegiatan ulang tahun DWP Provsu. Dikatakannya, hal itu dapat terwujud karena kekompakan dan kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh pengurus dan anggota, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh diri sendiri, keluarga, masyarakat dan lingkungan.

Ketua panitia, Ety Ibnu Sri Hutomo sebelumnya melaporkan, DWP Provsu juga telah menggelar rangkaian kegiatan ulang tahun ke-18. Dimana sebelumnya telah dilakukan kegiatan anjangsana di tiga panti sosial.

"Pada puncak acara ulang tahun yang kita gelar di aula Dinas Perhubungan Sumut ini, turut digelar bazar produk UKM dan kuliner. Kami berharap dengan bertambahnya usia Dharma Wanita Persatuan Provsu dapat menjadi organisasi yang professional dan dapat berperan serta dalam pembangunan bangsa," pungkasnya.

Penulis: Ardiansyah. Editor: gun.