Kasus Gizi Buruk di Simalungun, JR Saragih : Libatkan PAUD untuk Menanganinya

JR Saragih saat memberikan pemamparan di hadapan awakl media pada perayaan Hari Anak Nasional di Kabupaten Simalungun. (Foto/dok.internet)

Simalungun, hetanews.com- Jopinus Ramli Saragih mengklaim semenjak dirinya menjabat Bupati Simalungun, baru menemukan 2 kasus gizi buruk yang menimpa anak-anak.

Pria yang akrab disapa JR Saragih ini mengatakan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kabupaten Simalungun telah memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan pola pikir  anak-anak dan orang tua.

Ia menambahkan, pengenalan terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta sosialisasi mengenai kualitas gizi dan asupan makanan terhadap anak, dapat dilakukan sedini mungkin dengan melibatkan orang tua murid dan juga guru-guru PAUD, dan hal tersebut tentunya akan didukung penuh oleh Pemkab Simalungun.

“Selama menjabat baru 2 kali saya temukan kasus gizi buruk, ini menandakan siklus perubahan dan perhatian pemerintah terhadap anak dan PAUD itu ada di Simalungun. Kita akan mendukung penuh PAUD untuk terus memberikan sosialisasi pentingnya perkembangan dan pendidikan untuk anak,” papar JR Saragih dalam seusai mengikuti peringatan Hari Anak di Simalungun.

Menurut pria kelahiran Medan, 10 November 1968 ini, kedepannya Pemkab Simalungun akan menambah anggaran belanja daerah yang diperuntukkan bagi sekolah-sekolah PAUD di Simalungun.

Kata JR Saragih, saat ini di Kabupaten Simalungun telah berdiri sekolah untuk anak usia dini sebanyak 200 unit, yang sebelumnya hanya kisaran 30 unit saja.

"Dulu PAUD kita hanya 30 dan sekarang sudah ada 200 an di nagori-nagori. Dan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan PAUD, anggaran awalnya hanya Rp 200 juta, sekarang sudah kita naikkan menjadi Rp 2 miliar. Dengan begitu diharapkan kasus gizi buruk tidak terjadi lagi di Simalungun,” ungkapnya.

Kedepannya, Pemkab Simalungun akan lebih fokus lagi dalam menyusun program untuk menjadikan PAUD sebagai salah satu wahana belajar yang ramah untuk anak, sekaligus sebagai tempat pendidikan mental dan spiritual anak.

“Untuk anak di Kabupaten Simalungun ini, kita perlu memberikan perhatian khusus terhadap anak khususnya di bidang mental. Jangan sampai kurangnya kasih sayang orang tua, menjadikan anak sulit berkembang,” ujar JR Saragih.

Penulis: tim. Editor: Aan.