HETANEWS

Warga Parapat Penjual Bayi Diganjar 3 Kalender

Empat terdakwa disidang PN Simalungun saat mendengarkan vonis. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Tiga warga Parapat yakni, Ayu Fatma br Nababan, Wenderi Sigiro dan Demsi br Manurung alias Mak Riko, masing-masing divonis 3 tahun penjara, denda Rp 60 juta subsider 3 bulan penjara, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (5/12/2017).  

Vonis majelis hakim Roziyanti, Justiar Ronald dan Melinda Aritonang tersebut, lebih ringan dari tuntutan jaksa  Nova Miranda dan Julita Nababan yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 4,5 tahun kepada masing-masing terdakwa.  

Ketiganya dipersalahkan jaksa melanggar pasal I ke-68, yaitu, pasal 83 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sedangkan terdakwa Guntur Manihuruk disidangkan dalam berkas terpisah divonis 8 bulan penjara, yang sebelumnya dituntut 1 tahun karena terbukti sebagai pembeli bayi.  

Terungkap di persidangan, terdakwa Ayu Fatma Nababan, pekerja cafe hamil di luar nikah dan pacarnya tidak mau bertanggungjawab.

Lalu melalui Wenderi Sigiro yang sering datang minum, di tempatnya bekerja, meminta tolong agar menjual bayinya. Setelah seorang bayi laki-laki lahir diasuh oleh saksi Eva br Lubis dan mendapat upah Rp 500 ribu.   

Wenderi Sigiro berjanji akan membantu Ayu, mencari orang tua yang ingin mengasuh anaknya melalui Demsi br Manurung.

Bayi laki-laki yang lahir pada Minggu, 26 Maret 2017 sekitar pukul 09.15 WIB, setelah diasuh beberapa hari oleh Eva br Lubis, diserahkan kepada pasangan Guntur Manihuruk dan Elisabeth Silalahi yang tidak mempunyai anak dan tinggal di Sumatera Barat.   

Pasangan ini mengutus M br Siringoringo, warga Tebingtinggi menemui Demsi br Manurung untuk mengambil anak tersebut dengan biaya Rp 12 juta.

Padahal, kesepakatan sang ibu, yakni, terdakwa Ayu menjual anaknya melalui Sigiro Rp 10 juta. Namun Demsi mengambil keuntungan menjadi Rp 12 juta.

Setelah menerima uang dari orang suruhan Guntur Rp 12 juta, Demsi menyerahkan kepada Sigiro Rp 10 juta. Lalu mengambil Rp 2,5 juta dan sisanya Rp 7,5 jut diserahkan kepada teAyu yang telah melahirkan bayinya.  

Uang tersebut dimanfaatkan Ayu, membeli ponsel, kalung dan gelang emas yang dijadikan barang bukti di persidangan serta sisa uang Rp.307.000.-  

Para terdakwa didampingi pengacara Dame Pandiangan, menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut, Persidangan dibantu panitera P Saragih, dinyatakan selesai dan ditutup.

Penulis: ay. Editor: gun.