Simalungun, hetanews.com - Sikap sederhana yang ditunjukkan sosok Bupati Jopinus Ramli Saragih, mendapat sebuah apresiasi dari masyarakat Simalungun.

Begitupun, tak jarang pula kritikan pedas juga menghampiri Bupati 2 periode ini.

Di 2 periode kepemimpinannya, pemilik Yayasan Efarina Etaham ini dinilai telah mencatatkan sebuah sejarah baru untuk Bumi Habonaron Do Bona. Mulai dari pengoptimalan Pamatang Raya sebagai ibukota Kabupaten Simalungun, dan membangun gedung pemerintahan baru, hingga berhasil merubah "wajah" Pamatang Raya yang sebelumnya nyaris tidak pernah tersentuh oleh pembangunan.

Pria yang akrab disapa JR Saragih ini pernah dianugerahi gelar Ambassador Electricity oleh Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi karena dianggap telah berhasil menjadikan wilayah terpencil di Simalungun menjadi terang dan teraliri listrik.

Dalam sambutannya di acara tersebut, JR Saragih mengatakan dirinya hadir sebagai Bupati untuk menjadi pelayan masyarakat, dengan semboyan "menjadi garam dan terang".

Program andalan pria kelahiran Medan, 10 November 1968 di periode ke 2 kepemimpinannya ialah pelayanan masyarakat terutama dibidang administrasi kependudukan dan kesehatan secara gratis.

Tidak hanya itu, gagasan-gagasan baru juga turut dilakukan JR Saragih, dengan merenovasi serta membangun Pusat Kesehatan Masyarakat hingga sampai ke wilayah pelosok Kabupaten Simalungun.

Hal ini lah yang mendorong salah satu media nasional kemudian menganugerahi suami dari Dokter Erunita Anggraini Tarigan ini, sebagai 1 dari 10 Kepala Daerah Inovatif (KDI) di Indonesia.

Kendatipun apresiasi terus mengalir untuknya, tak jarang pula kritikan pedas kerap menghampiri JR Saragih yang dinilai belum mampu memeratakan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Simalungun.

Dalam salah satu sesi wawancara khusus JR Saragih mengatakan, luasnya geografis Kabupaten Simalungun tidak sebanding dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Simalungun.

Tambahnya, anggaran yang ada tidak dapat dialokasikan hanya untuk memperbaiki akses jalan di Simalungun. Bahkan JR Saragih mengaku kewalahan untuk membagi kebutuhan masyarakat, ditengah anggaran yang terbilang minim.

JR Saragih juga mengklaim telah mengurangi angka kerusakan jalan di Simalungun yang awalnya 80 persen dalam kondisi rusak parah, kini tersisa di angka 32 persen. Keluhan utama warga di Simalungun ialah permasalahan jalan, namun Bupati berusia 49 tahun ini mengutarakan akan terus bekerja untuk meningkatkan PAD dan APBD Simalungun agar anggaran yang didapat, mampu menggenjot pembangunan infrastruktur.

Dibalik prestasi yang telah diraihnya, Jopinus mulai unjuk gigi menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumut 2018 mendatang. Dengan jargon Semangat Baru yang di usungnya, Jopinus berkeyakinan dapat memberikan warna baru untuk provinsi Sumut kedepan.

Dalam hal ini, program pelayanan masyarakat tetap menjadi program andalannya. Di beberaoa kesempatan, pria lulusan Angkatan Darat ini juga terlihat sering mengunjungi daerah tetangga Kabupaten Simalungun, untuk mengadakan kerjasama dengan kepala-kepala daerah dalam hal peningkatan mutu dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Sumut.

Mencuatnya nama JR  Saragih di kancah perpolitikan Sumut, mendapat dukungan dari pendukung-pendukung fanatik Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat ini.

Akankah JR Saragih mampu meningkatkan kepercayaan warga Sumut dengan sederet prestasinya?