Kisah Pilu Boru Gultom, Ingin Hadiri Perayaan Natal Raja Sonang

Tiarma Mariani boru Gultom saat menggendong putranya yang menderita penyakit tumor.

Simalungun, hetanews.com - Tiarma Mariani boru Gultom (43) berkeluh kesah atas kondisi anaknya Gumaran Saputera Marbun (2) yang dinyatakan dokter sebagai penderita tumor di bagian mata.

Keluh kesahnya semakin bertambah setelah suaminya A Marbun (30) pergi menelantarkan mereka ketika anaknya itu sedang membutuhkan pertolongan.

Saat ini, ibu 3 orang anak itu sedang menanti uluran tangan untuk membantu biaya pengobatan buah hatinya.

“Saya percaya sama Tuhan. Tuhan akan membantu kesembuhan si Gumaran ini dengan cara-cara Nya. Saya percaya itu, meskipun begini kondisiku,” ujar Tiarma di rumahnya Sawah 3, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun, Sabtu (2/12/2017).

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, Kata Tiarma, anaknya menderita tumor di bagian mata sebelah kiri. Hasil rontgen yang dilakukan dokter seharusnya tidak berhenti disitu saja. Disarankan, Gumaran harus berobat rutin dan ditangani dokter spesialis. Namun untuk itu, biaya yang dibutuhkan pun cukup besar, sedangkan Tiarma tidak dapat berbuat banyak. Kini kondisi putranya hanya dirawat di rumah dengan belas kasih dan perawatan seadanya.

“Gak ada obatnya. Hanya perban sajalah diganti, dicuci pakai air yang biasa digunakan untuk  inpus itu,” kata ibu anak kedua dari tujuh bersaudara ini.

Hasil rontgen menunjukkan penyakit yang diderita Gumaran.

Tanpa bantuan sang suami, Tiarma hanya mengandalkan tenaga fisiknya untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga panggilan. Pekerjaan sehari-hari yang dilakukanya itu, untuk membiayai ketiga orang anaknya serta mencukupi kebutuhan sehari hari. Beban keluarga yang dihadapi pun semakin berat.

“Saya gak tega merepotkan bapak sama mamak di rumah, gara-gara persoalan ini. Orang tua saya saja sudah tua, gak mungkin kan dibebani lagi. Kalau misalnya, sudah punya kerja, saya bawanya anak-anak ini, saya yang urus. Kalau suami saya gak bakalan datang lagi menjemput kami. Sudah dinikmatinya hidupnya sekarang,” ungkap Tiarma dengan nada rendah.

Pahit getir yang dihadapinya saat ini, tidak membuat Tiarma sedikitpun menggerutu dan putus asa. Dibalik pergumulan hidup yang dijalaninya, Tiarma percaya akan campur tangan Sang Khalik membantu penyembuhan anaknya. Dengan doa yang selalu ia panjatkan, Tiarma yakin Tuhan akan membantunya dengan cara cara tersendiri.

“Kalau gak begini anakku ini, maunya saya memperjuangkan sendiri meskipun sudah ditinggalkan suamiku. Ini, dia (Gumaran) pun lagi sakit, butuh pertolongan. Padahal sekarang kondisi kami begini. Tapi percayanya saya ada kuasa Tuhan. Tuhan akan membantu dengan cara cara yang lain,” kata Tiarma.

Tiarma pun berkeinginan untuk menghadiri Perayaan Natal Parsadaan Pomparan Raja Sonang Sedunia (Perkumpulan Marga  Gultom, Samosir, Pakpahan, Sitinjak dan Harianja) yang akan diselenggarakan di Aula Nomensen Sabtu (9/12/2017) mendatang. Jika diberi kesempatan, dirinya ingin mengutarakan keluh kesah yang dihadapinya selama ini, kepada kerabat semarganya itu. 

“Kalau bisa saya ikut kesana ya, tapi bisa enggak kesitu ? Nanti saya datang gak bisa pula. Harus pakai undangan pula lagi. Kan biasanya ada undanganya itu," imbuhnya dengan penuh rasa harap.

Berita Sebelumnya :
Baca :Kisah Pilu Boru Gultom, Anak Menderita Tumor, Suami Kabur dengan Wanita Lain
Baca :Kisah Pilu Boru Gultom, Saya Ingin Ketemu Suami dan Bilang Anaknya Sakit
Baca :Kisah Pilu Boru Gultom, Ingin Mengadukan Suami, 'Tapi Saya Cinta Dia'
 

 

Penulis: Hug. Editor: Aan.