Tanjungbalai, hetanews.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai gerebek penghuni kos-kosan yang sedang melakukan pesta narkoba jenis sabu-sabu pada Jumat (1/12/2017) sekira pukul 23.30 WIB.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Tri Setyadi Artono membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, 4 orang tersangka diamankan dari dalam kamar kos-kosan yang terletak di Jalan Sudirman Batu 7 Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar.

"Mereka diamankan karena mengkonsumsi sabu," ungkap Kapolres didampingi Kasat Narkoba AKP Adi Haryono saat dikonfimasi Sabtu (2/12/ 2017).

Penggerebekan ini karena adanya laporan masyarakat sekitar yang resah atas bebasnya peredaran narkoba yang dilakukan para tersangka di kos-kosan tersebut.

Barang bukti sabu saat ditimbang. (foto: Ferry)

"Petugas yang meluncur ke lokasi terbagi dalam 2  tim. Tim 1 bergerak dari pintu depan dan tim 2 ke pintu belakang. Hal ini bertujuan agar para tersangka tidak dapat melarikan diri," kata Tri Setyadi Artono.

Paratersangka merasa terkejut saat petugas telah berada di depan pintu kamar mereka. Pasalnya tidak menyangka tempat yang selama ini aman tiba-tiba didatangi petugas Satuan Narkoba.

Namun salah seorang tersangka sempat membuang sesuatu keluar jendela kamar kos. Dan setelah dikutip kembali petugas yang telah mengepung kos-kosan tersebut ternyata sebuah dompet warna pink  berisi 4 klip plastik diduga sabu-sabu seberat 1,04 gram dan 1 unit timbangan elektrik.

Para tersangka yang diamankan yakni, Adi Krismanto Siahaan alias Bro (39) warga Jalan Gotong royong Lingkungan III, Kelurahan Tanjungbalai Kota IV Kecamatan Tanjungbalai Utara dan Martua Sihombing (32) warga Jalan  Anggrek III No 5 Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar.

Sejumlah barang bukti yang diamankan petugas. (foto: Ferry)

Serta 2 orang wanita yakni Ayu Lestari (20) warga Jalan Sei Dengki, Kecamatan Sei Tualang Raso dan Ratnawati Marpaung (28) warga Jalan Singguhan Kecamatan Tanjungbalai Utara.

Selain itu, petugas juga menyita 5 unit handphone (HP) dan timbangan elektrik sebagai barang bukti.

Dihadapan penyidik, Adi Krismanto mengakui perbuatannya dan membeli barang haram itu dibelinya dari seseorang bernama Awal seharga Rp 900 ribu per gram.

"Kini keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Satuan Narkoba Polres Tanjungbalai. Sementara Tim Opsnal Satuan Narkoba masih mencari keberadaan sang bandar bernama Awal," papar Kapolres mengakhiri pembicaraan.