Mahasiswi Nommensen Gadaikan Kereta untuk Uang Kuliah, Ujung-ujungnya Begini

Ibu korban, R boru Rajagukguk saat keluar dari Mapolres Siantar. (foto/ndo)

Siantar, hetanews.com - Kekurangan biaya untuk membayar uang kuliah, R boru Siregar (20), terpaksa menggadaikan sepeda motornya merk Suzuki nomor polisi (nopol) BK 6110 LT.

Kendaraan roda 2 itu digadaikan seharga Rp 1 juta kepada marga Pardede, warga Jalan Toba, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Siantar.

Mahasiswi semester VII, di FKIP HKBP Nommensen, jurusan Bahasa Jerman ini, menggadaikan sepeda motor itu, pada awal bulan Agustus 2017 lalu dan sepengetahuan ibunya, R boru Rajagukguk (54).

Namun, saat akan ditebusnya, pada pertengahan Agustus lalu, Pardede malah membuat kesal boru Siregar dan ibunya itu. Padahal, mereka sudah membawa uang tebusan gadai, ditambah bunga 15 persen.

Pardede mengatakan, bahwa sepeda motor itu telah dijualnya kepada seseorang, sehari sebelum boru Siregar hendak menebus gadaian tersebut. Mahasiswi dan ibunya ini jelas tak terima.

Pardede malah berkilah kalau gadai tersebut telah telat waktu untuk menebusnya, sehingga ia menjual sepeda motor itu. Keberatan akan penggelapan ini, ibu dan putrinya kemudian melaporkan ke Polres Siantar.

"Padahal, sekitar 10 hari lalu, sudah ku jumpai si Pardede. Kata si Pardede gak ada urusannya samaku, sama anakkunya urusannya. Anakku ini menggadai, sudah izin samaku," tutur boru Rajagukguk.

Sementara itu, putrinya menerangkan, bahwa ia menggadai untuk membayar biaya kuliahnya. "Untuk bayar uang sekolah (kuliah), uang gadai itu bang. Memang gak pakai surat perjanjian kami, pas menggadai ini,"ucapnya, Kamis (30/11/2017) lalu.

Penulis: Ndo. Editor: gun.