HETANEWS.COM

Warga dan Perusahaan Minta Peningkatan Jalan Provinsi Aek Nabara-Ajamu

Humas PTPN IV Ajamu Panai Hulu, Aulia Pakpahan. (foto/sofyan)

Labuhanbatu, hetanews.com - Warga dan pimpinan perusahaan di Pantai Labuhanbatu meliputi, Kecamatan Bilah Hilir, Panai Hulu, Panai Tengah dan Panai Hilir, minta jalan provinsi Aek Nabara-Ajamu, ditingkatkan dari  kelas B menjadi kelas A.

Ini mengingat hampir setiap tahun, jalan tersebut ditambal sulam memakai dana APBD hingga miliaran rupiah.

Jalan provinsi itu kerap dilintasi truk perusahaan di wilayah Pantai Labuhanbatu, membawa CPO, inti dan material perusahaan, truk sawit warga muatan lebih dari 8 ton, sesuai dengan kelas jalan B, melanggar aturan UU Nomor 22 Tahun 2009

"Perusahaan terbuka dalam mengangkut CPO dan inti, kalau hanya 8 ton jika ini diterapkan  dapat menambah kos atau biaya yang banyak. Perusahaan juga salah satu penyumbang pajak ke negara dan devisa negara serta tempat bekerja warga. Kita hanya minta kepada Pemerintah agar kelas jalan Aek Nabara-Ajamu ditingkatkan menjadi kelas A," pinta Humas PTPN IV Ajamu, Aulia Pakpakhan didampingi Chairul Abdi, Humas PT Daya Labuhan Indah, Bangun, Humas PT HSJ, Syafrijal Harahap da  Humas PT CSR,  saat ditemui di salah satu kedai kopi, di Negeri Lama, Jumat (1/12/2017).

"Peningkatan produksi perusahaan saat ini sangat lumayan, sehingga hasil produksi semakin banyak menggunakan kenderaan yang besar dan lebih 8 ton," terang Abdi diaminkan Bangun. 

Saat ini lantai  jembatan Titi Panjang Negeri Lama Bilah Hilir sudah direhab dengan dana miliaran rupiah. Kondisi jalan Aek Nabara-Negeri Lama sudah sebagian baik dan sebagian lagi berlobang, diduga karena muatan lebih 8 ton yang melintasi jalan tersebut. 

Salah seorang Tokoh Pemuda Kecamatan Bilah Hilir, Herry Ritonga diminta komentarnya mengungkapkan, kondisi jalan Aek Nabara-Ajamu harus ditingkatkan kelas jalan, sehingga pengguna jalan dapat mengangkat atau membawa barang tidak melanggar aturan. Dan tidak lagi ada dugaan, bahwa yang menghancurkan jalan itu pihak perusahaan.

"Habis uang negara untuk Jalan Aek Nabara - Ajamu, belum sampai 1 tahun jalan itu sudah tempel sana, tempel disini  (tambal sulam). Dana APBD atau uang rakyat sia-sia. Lebih baik, Pemerintah meningkatkan kelas jalan dari B ke kelas A. Kenderaan cukup banyak, sementara badan jalannya sempit ini bisa mengancam nyawa pengguna jalan,” pinta Heri.

Penulis: sofyan. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!