HETANEWS

Curi Uang Rp 70 Juta, Remaja Ini 'Jajan' PSK dan Main Poker Online

Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Restuadi ketika menginterogasi ketiga pelaku utama. (foto/ndo)

Siantar, hetanews.com - Polmen Siallagan alias Komeng (18), pelaku pencurian di sebuah gudang padi CV Bonar Jaya Adi Perkasa Nusantara, Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Nagahuta, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Siantar, ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siantar melalui Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras), Kamis (30/11/2017).

Polmen, sebagai otak pelaku ditangkap bersama dua rekannya, sesama pelaku pencurian, di gudang itu, yakni, MES (15), siswa SMA HKBP Kota Siantar serta JH (15), siswa SMK Swasta Islam Simalungun Sidamanik (SWISS). Satu orang lagi pelaku yang turut serta berhasil ditangkap, yaitu, Edo Gigi Lukasta Ginting (19).

Keempatnya ditangkap ditempat yang berbeda-beda dalam satu hari ini. Mereka berempat tinggal di Pangkalan Buntu, Desa Tiga Bolon, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Mereka ditangkap Unit Jatanras yang dipimpin langsung Kanit Jatanras, Iptu Yuken Saragih.

Baca Juga: Polisi Tangkap 4 Pembongkar Gudang Padi Jalan DI Panjaitan Siantar

Baca Juga: Gudang Padi di Nagahuta Dimasuki Maling, Brankas Uang dan Berkas Diembat

Uang senilai Rp 70 juta dan brankas berisi surat-surat berharga, berhasil diembat tiga pelaku utama pencurian itu dalam aksi yang pertama.

Uang sebegitu banyak, dibagi Polmen kepada MES sebesar Rp 5 juta dan JH mendapat jatah Rp 4 juta. Masing-masing MES dan JH juga dibelikan Polmen satu unit handphone (Hp).

Kasat Reskrim, AKP Restuadi (kiri), penyidik Aiptu Darwin (kemeja putih) dan seorang personil (kanan)
mengawal keempat pelaku. (foto/ndo)

Saat ditanyai, Polmen, remaja putus sekolah ini menjelaskan, bahwa totalnya mendapatkan bagian sebanyak Rp 50 juta. Uang sebanyak itu dijelaskannya,  digunakannya untuk berbuat yang tidak-tidak seperti 'jajan' Pekerja Seks Komersial (PSK).

"Uang itu untuk minum mabuk-mabukan di kafe, menyewa PSK dan bermain judi poker online. Kalau makai narkoba, gak bang,"ujarnya didepan  Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Restuadi didampingi KBO Reskrim, Ipda Sutari, Iptu Yuken Saragih dan jajaran personil lainnya.

Untuk mengenai penangkapan, AKP Restuadi menjelaskan, bahwa pertama kali yang ditangkap adalah Edo, setelah berkoordinasi dengan Bank Mandiri Sidamanik. Kemudian dilakukan pengembangan, Polmen yang dipancing lagi untuk memberikan surat berharga lainnya dengan imbalan akan diberikan uang.

Dari koordinasi dengan Bank Mandiri itu, Polmen juga berhasil ditangkap. Berturut-turut, kedua pelaku lagi berhasil diamankan.

Sementara itu, Polmen mengatakan, bahwa mereka membuka brankas itu menggunakan satu buah grenda. Brankas itu kemudian mereka buang ke sungai dekat rumah mereka.

"Pasal yang dikenakan, pasal 363 junto peradilan anak karena dua pelaku masih dibawah umur. Kita juga akan tambahkan pasal pemerasannya. Untuk Edo, kita juga kenakan pasal 363 ditambah pasal 55 atau 56, turut serta,"tambah penyidik Satreskrim, Aiptu Darwin Siregar.

Penulis: ndo. Editor: gun.