HETANEWS.COM

Meski 200-an Pangulu sudah Setor Rp 3 Juta ke TP4D, Pangulu di Gunung Malela Tak Mau Bayar, Ini Alasannya

Simalungun, hetanews.com - Persoalan dugaan pungutan sebesar Rp 3 juta dari dana desa tahun 2017, masing - masing nagori se-kabupaten Simalungun, untuk pengamanan Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), terusik lagi.

Asosiasi Pangulu Kabupaten Simalungun (APAKSI) dan Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) yang dianggap tak mau merinci peruntukan uang itu, membuat para pangulu di Kecamatan Gunung Malela, terdiri dari 15 nagori, memilih tidak mau membayar.

"Makanya, setelah kami kali - kalikan, 386 nagori kali Rp 3 juta, bah Rp 1,1 miliaran. Banyak kali. Masuk pula telepon si Suardi Batu 8. Bang, ini kayak gini, apa abang sudah ngasih. Kami jawab, kami gak mau ngasih. Dijawabnya, kalau gitu, serupa lah kita bang,"ujar salah seorang pangulu di Kecamatan Gunung Malela saat bersama pangulu lainnya, membeberkan.

Menurut pangulu yang tak ingin direpotkan ini, selain Suardi Batu 8, Muhidin Girsang, pangulu di Perumnas Batu Onom juga ikut - ikutan tak ngasih.

"Muhidin Girsang pun tak mau ngasih. Jadi kami sepakat, kalau berani merinci pungutan, kami mau ngasih,"tantang para pangulu ini, Kamis (30/11/2017).

Kalau mereka gak mau, akupun gak lah. Jadi kita gak usah ikut bang. Kubilang, kalau aku gak mau ngasi maka sepakatlah kecamatan ini gak ngasih. Sebagian pangulu di Kecamatan Gunung Maligas juga gak ngasih. Jadi Benson jangan pura - pura bersih, munafik dia, ujar para pangulu tersebut.

Baca Juga: Kajari Simalungun: TP4DTak Pernah Lakukan Kutipan

Baca Juga: Hasil Kutipan untuk TP4D Menguak, Disinyalir Dieksekusi Benson Damanik

Suardi, Muhidin Girsang. Itukan nelepon kami. Bacamana bang, tanya orang itu. Kami belum ada kabar berita, bilangku. disambut hangat mereka, wah cocoklah. Ayok lah kita sama - sama tak ngasih. Tak lama, Girin telepon kami. Katanya, bos, ini ada kegiatan sosialisasi SPJ dana desa di Kecamatan Tapian Dolok.

Kujawab, kalau mau pigi kau situ, pigi saja. Kalau masalah uangnya nanti. Aku jumpa sama si Benson juga, di kegiatan itu. Itu tepatnya pas ngantar si Aju untuk membicarakan sekdesnya, si Buyung. Pak, tolonglah, pintanya. Jadi tak antarlah naik mobil bututku. Disitu aku jumpa Benson Damanik.

Selanjutnya, Beson menunjukkan selembar surat. Ini bang suratnya, kanyak gini, bilang Benson tentang surat dari TP4D itu. Padahal, aku sudah tau terkait surat itu. yakni surat permohonan untuk pendampingan. Ada itu, mohon pendampian kepada TP4D. Padahal, contoh suratnya itu ada samaku. 

Orang aku sudah dikasih tau sama pangulu di Kecamatan Huta Bayu Raja, yakni bermarga Gultom. Pertama dia ikut rapat. Ini bang suratnya, tunjuknya Gultom. Dan setelah kami kali kalikan, kubilang sama si Gultom. Kalau tak mau merinci peruntukannya, gak usah ikut. Bilang juga kawan kawan lainnya, imbuhku.

Yang kami dengar, sudah 200 sekian nagori yang setor. Yang tiga juta itu, kami di Kecamatan Gunung Malela, gak ada yang mau ngasih. Karena gak mau merinci secara tertulis. Sebab penalaman tahun sebelumya, sudah kasih pengamanan, ya dipanggil panggil juga, tutup mereka.

Penulis: zai. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan