HETANEWS

Polisi Tangkap 4 Pembongkar Gudang Padi Jalan DI Panjaitan Siantar

Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Restuadi (kemeja biru merah), KBO Ipda Sutari (paling kanan) dan Kanit Jahtanras, Iptu Yuken Saragih (paling kiri), mengapit keempat pelaku (tunduk). (foto/ndo)

Siantar,  hetanews.com  - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siantar, melalui Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jahtanras), berhasil membongkar pelaku tindak pidana pembongkaran dan pencurian, di gudang padi CV Bonar Jaya Adi Perkasa Nusantara, Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Nagahuta, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Siantar.

Tiga orang pelaku utama dan satu orang pelaku yang turut serta, berhasil ditangkap dan langsung dipimpin Kanit Jahtanras, Iptu Yuken Saragih, Kamis (30/11/2017) sore.

Adapun gudang padi itu dimasukin maling pada Rabu (8/11/2017) lalu, sekitar pukul 01.00 WIB lalu. Pelaku terlihat melalui kamera pengawas (CCTV) yang dipasang di gedung itu.

Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Restuadi didampingi KBO Reskrim, Ipda Sutari, Iptu Yuken Saragih dan jajaran personil, mengatakan, bahwa tiga pelaku utama telah beraksi di tempat yang sama sebanyak dua kali dengan satu laporan pengaduan di Polsek Siantar Marihat dan satu lagi, di Satreskrim Polres Siantar.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku. (foto/ndo)

Ketiga pelaku utama tersebut, Polmen Siallagan alias Komeng (18) yang ditangkap di ATM Mandiri Sidamanik dan dua rekannya yang masih dibawah umur yakni, MES (15), siswa SMA HKBP Kota Siantar serta JH (15), siswa SMK Swasta Islam Simalungun Sidamanik (SWISS).

MES dan JH, ditangkap dirumahnya masing-masing. Ketiganya tinggal di Pangkalan Buntu, Desa Tiga Bolon, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Baca Juga: Gudang Padi di Nagahuta Dimasuki Maling, Brankas Uang dan Berkas Diembat

"Jadi mereka sudah dua kali membongkar gudang ini. Pertama, uang Rp 70 juta diembat mereka. Dari hasil pencurian ini, MES dapat Rp 5 juta dan JH Rp 4 juta. Mereka berdua juga mendapat satu handphone (Hp) dari Polmen. Polmen sebagai otak pelaku kejahatan ini mendapat jatah Rp 50 juta," ujarnya.

"Yang kedua, mereka masuk melalui pagar tembok yang mereka gali menggunakan cangkul. Jadi mereka masuk melalui lubang yang mereka gali, bukan melalui memanjat tembok. Yang mereka ambil, brankas isinya surat-surat berharga dan uang sekitar Rp 3 juta dari laci," sambung AKP Restuadi.

Satu lagi pelaku yang ditangkap, Edo Gigi Lukasta Ginting (19), warga yang sama dengan ketiganya. Ia ditangkap karena Polmen menggunakan ATM Bank Mandiri miliknya untuk memeras korban sebanyak Rp 6 juta dengan modus menemukan surat-surat berharga milik korban yang hilang. Edo mendapat imbalan Rp 200 ribu dari hasil pemerasan itu.

Adapun, barang bukti yang berhasil diamankan yakni, satu buah cangkul, satu buah grenda, ATM dan kartu rekening Bank Mandiri milik pelaku Edo serta beberapa buah surat berharga milik korban yang dicuri pelaku.

Penulis: ndo. Editor: gun.