HETANEWS

Pilgubsu 2018, JR Saragih: Jangan Sampai Kita Dipecah Belah karena Agama

JR Saragih saat menghadiri Pesta Ya’ahowu di Gunung Sitoli​. (Foto/Dok.Internet)

Simalungun, hetanews.com- Isu miring yang belakangan tengah menerpa Bupati Simalungun, Jopinus Ramli Saragih, tampaknya tak menyurutkan pria lulusan Angkatan Darat (AD) ini untuk terus menunjukkan sikap toleransi antar umat beragama.

Niatan pria kelahiran Medan yang akrab disapa JR Saragih ini untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara (Sumut) pada tahun 2018 mendatang tampaknya penuh rintangan.

Bahkan namanya sempat mencuat dalam pemberitaan media daerah maupun nasional, setelah di isukan berpasangan dengan putra mantan Ketua MPR, Amien Rais.

Ucapan Amien Rais di perlehatan Pilkada Jakarta yang dianggap masyarakat bermuatan SARA, berdampak pada nama baik serta popularitas JR Saragih yang dikenal sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman dan toleransi.

Begitu pun, Bupati peraih gelar Kepala Daerah Inovatif 2017 ini terus mengajak masyarakat di seluruh penjuru Sumut untuk terus bersatu di dalam perbedaan yang ada.

Menurut JR Saragih, keberagaman melahirkan sebuah kebudayaan yang patut dilestarikan. Lanjutnya, melalui kebudayaan pula akan terjalin rasa persaudaraan antar umat beragama.

“Berbeda-beda suku boleh, berbeda-beda agama juga boleh. Tetapi siapapun yang menjunjung budaya nya wajib menghormati leluhur terdahulu dan menjaga persatuan,” ucapnya di salah satu acara kebudayaan di Kabupaten Nias.

Di berbagai kesempatan, JR Saragih tak segan mengucurkan sejumlah dana untuk membantu biaya pembangunan rumah ibadah.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumut ini juga mengatakan, kontestasi  Pilgubsu pada tahun 2018 sebaiknya tidak dibenturkan dengan kepentingan politik. Ia berujar, jika hal itu terjadi maka akan mencederai nilai-nilai kesatuan Indonesia yakni Bhineka Tunggal Ika.

“Maka saya ingin mengajak seluruh masyarakat, untuk tidak membenturkan agama dengan kepentingan politik. Jangan sampai kita di pecah belah karena keberagaman itulah kekayaan kita sesungguhnya,” papar JR Saragih.

Penulis: tim. Editor: aan.