HETANEWS

Soal Demo Supir Angkot dan Abang Becak, Netty Sianturi: Pemko Harus Cepat Ambil Tindakan

Siantar, hetanews.com - Aksi protes yang dilakukan sopir angkutan kota (angkot) dan penarik becak, terhadap transportasi online, harus segera diselesaikan oleh pihak Pemko Siantar.

Hal itu diungkapkan salah satu tokoh politik di Kota Siantar, Netty Sianturi, Rabu (29/11/2017).

Menurutnya, kedua jenis angkutan tersebut sama - sama berbicara tentang faktor sosial. "Angkutan tradisional berbicara soal minimnya penumpang mereka yang berakibat kepada kehidupan mereka, sedangkan angkutan online berbicara soal menampung tenaga kerja, "kata Netty kepada hetanews.

Faktor tersebutlah, kata Ketua DPC Partai Gerindra Siantar ini, membuat masalah angkutan tradisional dan angkutan online sangat kompleks. "Saya akui, ini adalah masalah yang sulit diselesaikan karena keduanya berhubungan dengan kehidupan masyarakat, "sebutnya. 

Namun, kata Netty, jika hal ini tidak segera diselesaikan akan menimbilkan konflik yang berkepanjangan dan lebih jauh dapat menimbulkan pertikaian, diantara  angkutan tradisional dan angkutan online tersebut.

"Jangan sampai seperti di kota-kota lain, yang berdampak kepada pertikaian. Tentunya Pemko tidak menginginkan itu terjadi, makanya Pemko melalui Dinas Perhubungan (Dishub) harus segera ambil solusi,"tegasnya. 

Netty juga mengharapkan agar angkutan traditional mulai berbenah dengan munculnya angkutan online. "Untuk angkutan tradisional, maunya berbenah lah, karena selama ini banyak masyarakat yang mengeluh soal angkot yang ugal-ugalan, seperti yang terjadi di Jalan Medan kemarin, salah seorang pengendara harus dirawat di rumah sakit karena supir angkotnya ugal-ugalan. Janganlah lagi seperti itu, pokoknya bagaimana membuat penumpang nyaman lah, "kata Netty memberi nasihat. 

Untuk angkutan online, Netty menyebutkan, kehadiran angkutan online memang sedikit menyelesaikan masalah pengangguran. Namun dia kembali mempertanyakan, apa yang didapat oleh Pemko dari adanya angkutan online itu.

"Kalau angkot kan ada KIR dan ijin trayek untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Nah, untuk angkutan online, apa yang didapat Pemko? Itukan perusahaan dari luar kota Siantar, jangan dia membawa uang dari Siantar terus dibawa ke kota lain atau luar negeri, itu harus dipikirkan oleh Pemko,"ucapnya. 

Untuk itu, Netty mengharapkan, agar Pemko Siantar bekerja sama dengan pihak akademisi dan tokoh-tokoh masyarakat mencari solusi terkait hal tersebut. Sehingga tidak menimbulkan masalah baru.

"Pak Wali Kota harus memanggil pihak yang berhubungan dengan itu, seperti Satlantas dari kepolisian, Departemen Perhubungan, akademisi, dan tokoh-tokoh masyarakat untuk membahas masalah ini, jangan dibiarkan berlarut-larut, biar tak terjadi masalah baru, "katanya.

Penulis: tom. Editor: gun.