Siantar, hetanews.com - Presiden RI Joko Widodo mengatakan tak segan-segan bakal mencopot pejabat jika dinilainya gagal menyelesaikan target kerja yang ditetapkan.

Presiden meminta aparatur negara terutama di bidang pelayanan bekerja dengan memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada warga.

Penegasan mantan Gubernur DKI Jakarta, itu disampaikannya saat kunjungan kerja ke Kota Siantar, dalam rangka penyerahan sertifikat tanah kepada ribuan masyarakat berlangsung di Lapangan Adam Malik, Senin (28/11/2017).

"Saya titip pada seluruh Kanwil (Kantor Wilayah), kantor BPN agar yang serfitikat semuanya dipercepat karena target yang saya berikan saya hitung. Provinsi Sumut selesai gak jumlahnya ini, provinsi yang lain jumlahnya ini sehingga target tercapai gak. Kalau gak tercapai resikonya ada," kata Presiden di depan ribuan masyarakat yang hadir.

"Ya, bekerja dengan saya seperti itu, diberi target. Di Sumut ada 210.000 ribu sertifikat harus keluar. Jadi kalau tidak sampai 210.000 yang diberikan pada masyarakat, gampang untuk saya. Nanti dicopot," terangnya. 

Jokowi hadir bersama para rombongan. Dalam acara tersebut juga hadir Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi, Wali Kota Siantar Hefriansyah dan Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial serta unsur Kejaksaan, TNI dan Polri.

Mantan Wali Kota Solo dua periode (2005-2012), itu mengatakan telah menetapkan target kerja terhadap jajarannya, baik tingkat Menteri hingga Kabupaten/Kota.

"Ya memang harus sepeti itu kerja harus punya targetnya, biar jelas. Bukan hanya bisa menyelesaikan, menyelesaikan berapa? Gimana kita menghitung, harus jelas. Menteri saya beri target, menteri memberi target kepada Kanwil. Kanwil memberi target ke kantor BPN di Kabupaten/Kota. Bekerja seperti itu. Masyarakat harus dilayani sebaik-baiknya," imbuhnya.

"Dan saya lihat dan cek terus di provinsi-provinsi tagetnya seperti apa sudah cepat apa belum, atau masih lambat seperti tradisi-tradisi yang lalu. Semuanya harus bekerja cepat melayani masyarakat. Semuanya saya pantau, ikuti dan akan dievaluasi," kata Jokowi mengakhiri.

Sebelumnya, dalam acara tersebut presiden lebih dulu menyerahkan sebanyak 6.300 sertipikat tanah kepada masyarakat di 6 kabupaten/kota di Sumut, diantaranya Pematangsiantar, Simalungun, Tanjung Balai, Asahan, Labuhan Batu dan Humbang Hasundutan.