HETANEWS.COM

TNI AL Selamatkan 10 TKI Ilegal Terdampar di Laut Bebas Selama 3 Hari

Ke 10 TKI ilegal yang berhasil diselamatkan. (foto : Ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Sungguh sedih nasib yang dialami para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berkerja di Malaysia secara ilegal atau tanpa dokumen yang sah saat hendak pulang ke Indonesia.

Mereka terpaksa menempuh jalur ilegal melalui jalur laut tanpa memikirkan keselamatan dan harus mengharungi Selat Malaka untuk sampai ke Indonesia.

Hal ini lah yang terjadi pada 10 orang TKI ilegal yang terombang ambing di laut lepas selama 3 hari tanpa makan dan minum, akibat kapal tongkang yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin.

Danlanal Tanjungbalai Asahan Letkol Laut (P) Bagus Badari Amrullah melalui Perwira Pelaksana Mayor Laut (KH ) Taryono membenarkan kejadian tersebut.

Kapal tongkang yang ditumpangi para TKI ilegal. (foto: Ferry)

Kapal tongkang ukuran kecil yang terbuat dari fiber dengan kapasitas mesin temple 40 PK membawa 10 orang TKI ilegal terdiri dari 4 orang perempuan dan 6 orang laki-laki pada Rabu (22/11/2017).

"Mereka berangkat dari Lumut, Perak, Malaysia dengan tujuan Bagan Siapi-api, Riau," kata Mayor Taryono, Sabtu (25/11/2017).

Namun kapal tongkang yang ditekongi oleh Waim (43) warga Bagan Siapi-api tersebut mengalami rusak mesin sehingga terombang ambing di laut bebas selama 3 hari tanpa persediaaan makanan dan minuman.

Saat kapal perang KRI Surik-645 yang sedang melakukan patrol di wilayah perbatasan laut Indonesia-Malaysia tepatnya di utara Pulau Sinobi menemukan kapal tongkang kecil yang terombang ambing di laut bebas.

Para TKI ilegal yang terdampar di laut bebas.(foto: Ferry)

"Setelah didekati dan dilakukan pemeriksaan, ternyata ke 10 penumpang kapal merupakan warga Negara Indonesia yang berkerja di Malaysia secara tidak sah dan tanpa dokumen yang lengkap ketika akan pulang ke Indonesia," terang orang nomor 2 di Lanal Tanjungbalai-Asahan ini.

Selanjutnya, Sabtu (25/11/2017) sekira pukul 10.30 WIB, ke 10 TKI ilegal dan tekong, serta kapal tongkang itu juga diamankan di atas kapal KRI Surik-645.

Kapten Kapal KRI Surik-645  Letkol Laut (P) Afrilian Sukarno Timur melakukan koordinasi dengan pihak Lanal Tanjungbalai-Asahan mengenai kejadian tersebut.

Selanjutnya Lanal Tanjungbalai-Asahan yang diwakili oleh Pasops merapat ke KRI Surik-645 dengan menggunakan sea rider dari pangkalan Lanal di Bagan Asahan.

Pemeriksaan terhadap para TKI dan barang-barang bawaan.(foto: Ferry)

Ke 10 TKI ilegal dan tekong kemudian dipindahkan ke sea rider menuju Mako Lanal guna pemeriksaan lanjutan.

Salah seorang TKI ilegal bernama Haryati , warga Desa Rawang, Kabupaten Asahwaha, menjelaskan, dirinya tidak menyangka akan mengalami musibah yang seburuk ini.

Sewaktu di Malaysia, mereka disuruh membayar uang transport sebesar RM 900 (atau sekitar Rp 2, 7 juta) dengan tujuan Bagan Siapi-api, Riau.

“Uangnya diminta sama tekong warga Malaysia pak, katanya kami akan selamat sampai ke Bagan Siapi-api yang hanya membutuhkan waktu 4 jam saja. Awalnya pun saya sudah gak enak hati pak melihat kecilnya kapal tongkang tersebut yang pas-pasan untuk kami 10 orang. Kecurigaan saya itu terbukti pak, kami terombang ambing selama 3 hari 3 malam di laut bebas tanpa makan dan minum akibat kerusakan mesin," ujarnya dengan linangan air mata.

Proses evakuasi para TKI ilegal ke KRI Surik-645. (foto: Ferry)

Haryati juga berterima kasih kepada TNI Angkatan Laut, khususnya KRI Surik-645 yang telah menolong mereka.

"Kalau gak ada mereka gak taulah nasib kami bagaimana pak, mungkin sudah mati ditelan ombak," sebut Haryati.

Pantauan wartawan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap dokumen dan barang bawaan penumpang. Hal ini bertujuan untuk pengawasan terhadap masuknya barang yang dilarang seperti narkoba, senjata tajam dan bahan letupan.

Selanjutnya 10 TKI ilegal diserahkan ke pihak Imigrasi. Sementara tekong kapal ditahan di Mako Lanal karena melanggar Undang-Undang (UU) Pelayaran, dengan ancaman 5 tahun penjara.

Penulis: ferry. Editor: aan.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!