Siantar, hetanews.com - 25 November 2017 ini akan diperingati Hari Guru Nasional ke 72 tahun.

Maka dengan itu, Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Simalungun (USI), menggelar diskusi publik, Jumat (24/11/2017), dihadiri ratusan mahasiswa.

Diskusi ini digelar di aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USI dengan menghadirkan tiga narasumber yakni, Ika Rosenta Purba selaku Dekan FKIP USI, Asnewastri selaku Ketua Prodi Pendidikan Sejarah USI dan Imam Mahdi Pane dari Ketua Historical Sumatera Utara (Sumut).

Diskusi yang turut didukung oleh media online hetanews ini, mengambil tema 'Pengabdian dan Dedikasi Guru Bagi Negeri'.

Sedangkan moderator adalah Ahmad Fakhri Hutauruk, dosen serta praktisi sejarah yang merupakan alumni Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Medan (Unimed).

Ika Rosenta Purba dalam memberikan materinya, menjelaskan, bahwa seorang guru harus memiliki empat kompetensi. Ia meminta, para mahasiswa FKIP USI untuk bersiap diri menjadi seorang guru. Diharapnya juga, seorang mahasiswa tidak hanya datang ke kampus untuk kuliah dan kemudian langsung pulang.

"Guru juga harus beradaptasi dengan kurikulum yakni menggunakan KTSP atau Kurikulum 2013.Jadilah guru yang profesional. Jangan hanya mendapatkan materi dari kampus saja. Mari isi dari luar. Persiapkan diri dari berbagai media yang positif untuk kedepan. Dan menguasai bidang atau disiplin ilmunya," tuturnya.

Asnewastri dalam materinya, bahwa guru itu juga memiliki banyak masalah. Seperti contoh masalah pribadi, bertengkar dengan suami atau istri di rumah yang kemudian dibawa ke sekolah tempatnya mengajar. Untuk itu, ia meminta agar seorang guru profesional membawa masalah dari luar kedalam sekolah.

"Masalah kedua itu masalah sosial. Ada banyak juga guru tidak cocok perilakunya untuk ditiru ditengah-tengah masyarakat. Jadi, haruslah guru yang profesional. Berbenah, terampil, profesional, terdidik dan terlatih," ucapnya.

Sementara itu, Imam Mahdi Pane, bercerita tentang saat itu menjadi guru SM3T pada tahun 2013 lalu, di Simeleu, Nanggroe Aceh Darussalam. Kemudian, ia juga menjelaskan tiga bidang yang harus dikuasai oleh seorang guru.

"Pertama afektif yaitu sikap. Itu bagaimana sikap seorang guru didalam atau diluar sekolah, bermasyarakat dan berhubungan dengan keluarga. Kedua, kognitif yaitu pengetahuan. Seorang guru harus menguasai bidang studi yang dipelajari. Dan ketiga, psikomotorik yaitu keterampilan. Seorang guru melalui program yang digalakkan oleh pemerintah, itu harus terampil. Karya guru ada di siswanya," jelas alumni Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Medan (Unimed).

Sesi selanjutnya, kemudian diberikan tanya jawab antara mahasiswa sebagai peserta dengan para narasumber. Sebelum diskusi ditutup, seluruh peserta dan narasumber, bernyanyi 'Hymne Guru' dalam memperingati Hari Guru Nasional yang ke 72.