HETANEWS

Hidup Miskin, Warga Bilah Hilir Labuhanbatu Harapkan Bantuan Pemerintah

Kondisi rumah Syahfrizal di Kecamatan Bilah Hilir. (foto : Sofyan)

Labuhanbatu, hetanews.com - Tak satu orang pun mau dan ingin dilahirkan menjadi warga miskin dalam menapaki kehidupan sebelum ajal datang menjemput, namun untung tak dapat diraih malang tidak dapat ditunda.

Syafrijal Ritonga (30) akrab disapa Pak Ijal, warga Jalan Gereja Lingkungan Kampung Nelayan Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, saat wartawan berkunjung ke rumahnya, Kamis (23/11/2017) mengaku mengharapkan bantuan dari Pemkab Labuhanbatu untuk membangun rumahnya yang berdindingkan tepas dan spanduk bekas serta lantai rumahnya masih tanah dengan ukuran rumahnya 4 x 8 m dengan 1 kamar dan dihuni 7 orang.

"Beras miskin (raskin) 8 kg dan saya hanya bekerja mengangkat barang dipajak dan istri saya mencari upahan dijiran tetangga,” ungkap ijal memelas.

Dirinya tinggal di rumah yang kayu nya lapuk dan reot sudah usang dimakan rayap sekaligus dinaungi atap seng yang sudah bocor 4x8 m, sangat memprihatinkan. “Saya tinggal di sini bersama istri, anak dan cucu,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Lurah Negeri Lama, Syahril Rit ketika dimintai komentarnya ketika ditemui di ruang kerjanya, kamis (23/11/2017) kepada wartawan mengatakan  terkait bantuan dari pemerintah, bukan pihaknya yang mendata langsung namun ada pendamping pendataan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Labuhanbatu.

"Sudah kita ambil data KTP dan KK serta foto kondisi rumah," ujar Syahril.

Walaupun demikian lanjut Syahril, pihaknya tetap menunjukkan warganya yang hidupnya di bawah garis kemiskinan kepada petugas pendata dinas atau independent/organisasi yang membutuhkan data masyatakat yang kurang mampu.

Kondisi rumah Syahrizal yang memprihatinkan. (foto: Sofyan)

"Selain Syafrijal ada lagi  termasuk Hamzah atau Lokot, Basri dan Idah, semuanya tinggal di Kampung Nelayan Negeri Lama Bilah Hilir dan yang lainnya kepada pendata sudah kita laporkan," paparnya.

Program pemerintah yang sudah berjalan di wilayah Negeri Lama adalah Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Program Keluarga Harapan Sejahtera

"Melihat kondisi masing-masing rumah cukup prihatin, dan perlu dibantu bukan hanya Syafrijal, ada lagi Aidah janda beranak 2 yang kondisi rumahnya mau rubuh. Kalau hujan deras malam mereka menumpang di tetangga. Ada lagi rumahnya ditopang dengan batang pinang agar tidak rubuh," terang Syahril.

Fiktor Situmorang selaku Ketua Persatuan Wartawan Bilah Hilir (Perwabih) ketika dihubungi (23/11/2017) di Posko Perwabih depan Polsek Bilah Hilir mengharapkan Pemkab Labuhanbatu khusus Dinas Sosial (Dinsos) untuk segera mengkroscek kondisi masyarakat yang kurang mampu.

Pihaknya prihatin dengan kondisi rumah Syafrijal yang lantainya tanah, dinding tepas, seng kondisi kropos dan dibalut kain spanduk, serta listrik tidak ada begitu juga MCK, mempunyai anak 5 orang dan ruang kamar hanya 1.

"Ada 5 orang warga Negeri Lama yang kondisinya cukup memprihatinkan . Kita berharap ada perhatian dari pemerintah dan instansi terkait. Kita akan sampaikan secara tertulis pada DPRD Labuhanbatu masih ada warga Bilah Hilir hidup di bawah garis kemiskinan," terang Fiktor.

Penulis: sofyan. Editor: aan.