HETANEWS

Sudah 30 Tahun Gratis, Reklame STTC Dibongkar atau...

Kepala BPKD kota Siantar, Adiaksa Purba. (foto/pamai)

Siantar, hetanews.com - Terhitung sejak tahun 1986 - 2017 atau 31 tahun lamanya, reklame atau iklan milik perusahaan besar  PT STTC yang tersebar di beberapa wilayah Kota Siantar tanpa dikenakan pajak, sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepada hetanews.com, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Siantar, Adiaksa Purba menegaskan, hal itu bisa terjadi karena perusahaan membangun sendiri, sekaligus memelihara bangunan tempat reklame berdiri.

"Jadi ada dulu MoU pemerintah dengan STTC. Mereka menganggap karena mereka sudah membangun dan dibebaskan (pajaknya)," beber Adiaksa, Rabu (22/11/2017).

Sejumlah reklame gratis, lanjut Adiaksa, tersebar disejumlah titik. Diantaranya, 4 titik diwilayah pintu masuk kota, jembatan penyeberangan di Jalan Sutomo-Merdeka serta beberapa halte yang sampai saat ini berdiri.

Berlakunya gratis reklame bagi perusahaan yang berkantor megah di Jalan Pattimura, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, itu turut diakui Adiaksa, lantaran dahulu pemerintah tak punya dana.

"Kita dihadapkan dua konsekuensi. Mau kita ambil alih, maka kita turunkan reklamenya atau kita serahkan ke mereka untuk memelihara. Jadi dulu memang pemerintah keterbatasan dana, ya pilihannya kan seperti itu," tandas pria berkumis itu.

Adiaksa mengakui, tak semua papan reklame diberikan gratis. Beberapa lokasi yang memajang promosi produk perusahaan tersebut, menurutnya, berlaku pajak. "Hanya ada beberapa reklame mereka yang bayar pajak," katanya tanpa merinci lokasi reklame dimaksud.

Meski demikian di tahun 2018, pihak STTC dipastikan Adiaksa wajib menyetor pajak atas reklame yang sudah terpasang, tanpa pengecualian. Dia mengakui, pernah pihaknya meminta untuk bertemu dengan sang pengusaha untuk membahasnya.

"Namun di 2018 akan surati itu agar dibayar pajaknya. Surat (MoU) itu rencana mau kita tinjau. Sudah beberapa kali kita upayakan untu meninjau, tapi belum ada kesesuaian bertemu," bebernya.

"Kita akan upayakan tetapkan pajaknya. Tahun depan memang beban target pajak kami ditetapkan DPRD tinggi, ya kami harus kerja ekstra. Gak mungkinlah kami jadi bulan-bulanan,"pungkasnya mengakhiri.

Penulis: bt. Editor: gun.