HETANEWS.COM

12 Tahun Lebih Diterlantarkan, Jalan Lingkar Kabanjahe akan Dibangun Kembali

Bupati Karo, Terkelin Brahmana dan rombongan meninjau jalan lingkar Kabanjahe, jalur simpang Laudah-Samura yang ditumbuhi semak belukar dan ilalang. (foto/Charles)

Karo, hetanews.com - Guna kelancaran arus lalulintas kota Kabanjahe, sebagai daerah transit yang menguhubungkan enam kabupaten dan dua provinsi, jalan lingkar Kabanjahe sepanjang lebih kurang 4 Km akan dibuka kembali, setelah 12 tahun lebih terlantar karena pembangunannya terhenti.

Hal itu dikatakan Bupati Karo, Terkelin Brahmana, didampingi Camat Kabanjahe, Leo Surbakti dan sejumlah warga kawasan Laudah Mogajaya, saat meninjau jalan lingkar Kabanjahe, di kawasan Laudah, kelurahan Gung Negeri, Selasa (21/11/2017).    

Menurut Terkelin, pembukaan akses jalan di pinggiran kota Kabanjahe sangat penting. Selain dapat mengurangi kepadatan dan kemacetan arus lalulintas kota sebagai daerah transit, juga dapat menghidupkan sendi-sendi perekonomian masyarakat disekitar kecamatan Kabanjahe.

“Karena tanah atau lahan warga yang selama ini kurang maksimal pemanfaatannya, dengan dibukanya kembali akses jalan lingkar ini, tanah atau ladang warga akan semakin melonjak harganya.  Begitu juga hasil pertanian warga yang berada disekitar jalan  yang akan dibuka kembali itu, akan semakin mudah dibawa ke pasar,” ujar Terkelin.

“Selain itu untuk pengembangan kota, dengan dibukanya jalan ini (jalan lingkar) kembali tentunya, kawasan pemukiman pun akan semakin luas. Kesempatan masyarakatpun untuk berinvestasi akan tanahpun akan semakin terbuka pula,”ujarnya.

Disinggung apa kendala yang dihadapi Pemkab Karo sehingga pembangunan jalan lingkar Kabanjahe (Kacaribu-Samura) terhenti hingga 12 tahun lewat.

Menjawab pertanyaan wartawan, Bupati Karo mengatakan, “dulu memang ada sedikit masalah dengan pemilik tanah, namun sekarang setelah kita lakukan pendekatan dan bermusyawarah secara kekeluargaan dengan dengan mengedepankan kearifan lokal, permasalah itu dapat  mencair dan terselesaikan dengan baik,” kata Terkelin.

Jadi sekarang tidak ada lagi permasalahan, minggu ini kita akan menurunkan alat berat untuk memperjelas jalur jalan yang telah pernah dibuat, katanya .

Lihatlah jalur yang sudah pernah dibuat ini hampir sudah semuanya tertutup ilalang. Sudah hampir tidak kelihatan lagi. Sekarang hanya tinggal jalan setapak. Itupun karena ada orang keladang melalui jalan. Karena itu kita akan segera membersihkan semak belukar ilalang ini secepatnya, ujar Terkelin sambil menunjuk kearah ilalang yang rimbun menutupi jalan.

“Diupayakan anggaran pembangunan jalan lingkar ini, akan dianggaran di APBD Tahun Anggaran 2018 mendatang,” pungkas Terkelin Brahmana.

Pantauan wartawan, Selasa (21/11/2017), Bupati Karo Terkelin Brahmana dan rombongan tidak dapat meneruskan perjalalanan menelusuri jalan lingkar Simpang Laudah-Samura sejauh lebih kurang 4 Km, karena semak belukar ilalang setinggi lebih 2 meter tumbuh subur menutupi seluruh jalan yang belum diaspal.

3 unit mobil double cabin dan 1 unit mobil fortuner 4x4 tidak dapat menembus jalan bergelombang dan berlobang yang dipenuhi rimbunnya ilalang.

Akhirnya setelah menelusuri jalan berat sepanjang 500 meter dan melakukan observasi lapangan, rombongan Bupati kembali dengan membawa sejumlah catatan.

Penulis: charles. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan