HETANEWS
CITIZEN JOURNALISM

Kapolda Sumut Irup Apel Gelar Pasukan Ngunduh Mantu Presiden

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw, menjadi inspektur upacara apel gelar pasukan pengamanan ngunduh mantu Presiden Jokowi, di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (20/11/2017). (foto/ardiansyah)

Medan, hetanews.com - Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw, menjadi inspektur upcara apel gelar pasukan pengamanan ngunduh mantu Presiden Jokowi, di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (20/11/2017).

Apel gelar pasukan ini dihadiri Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Agus Andrianto, para pejabat utama dan peserta upacara.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, apel gelar pasukan pesta pernikahan putri Presiden Jokowi, berlangsung selama 3 hari dari tanggal 24 hingga 26 November 2017, di Komplek Taman Setia Budi Indah Medan.

Apel gelar pasukan ini, bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dari masing-masing satuan tugas pengamanan (Satgas Pam), baik kesiapan personel maupun kesiapan materil pengamanan serta bentuk sarana pendukung lainnya.

"Saya berharap kepada satuan tugas pengamanan sudah memiliki kesiapan operasional yang baik dan terencana, sarana prasarana pendukung paripurna yang mampu mengatasi dan menangkal berbagai kerawanan, sehingga kegiatan pengamanan benar-benar terencana, terkoordinasi dengan baik, terjalin kerjasama yang sinergis, terarah, terpadu dalam koridor pengawasan dan pengendalian yang jelas dari masing-masing satuan pengamanan atau instansi terkait,"katanya.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw, memeriksa pasukan pengamanan ngunduh mantu Presiden Jokowi,
di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (20/11/2017). (foto/ardiansyah)

Apel gelar pasukan ini, merupakan kesiapan dimulai dari sebelum kedatangan Presiden, saat kedatangan, berjalan kelokasi-lokasi kegiatan, pelaksanaan setiap rangkaian pesta pernikahan hingga kembalinya Presiden ke Ibu Kota Jakarta, dimana personel ditempatkan dititik pengamanan sesuai tingkat kerawanannya.

"Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan terhadap Presiden sebagai VVIP tetap dipedomani dengan tetap walau pada situasi dan kondisi tertentu mengalami pembijakan, namun tetap berpedoman standart keselamatan objek yang sedang diamankan," ujarnya.

Dirinya menekankan langkah-langkah antisipasi terhadap setiap usaha yang dapat menganggu kelancaran, ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan ngunduh mantu presiden yang berlangsung selama tiga hari, dimulai dari waktu kedatangan, perpindahan tempat, kegiatan tempat rangkaian pernikahan, rute perjalanan diwilayah Medan, penginapan dan kegiatan serta tempat lain yang menjadi tanggung jawab kita bersama.

"Kepada setiap komandan satuan tugas pengamanan (Dansatgas Pam) harus mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, mampu memperkirakan situasi, mampu melaporkan situasi atau melakukan koordinasi dan memutuskan sesuatu keputusan penting bila itu memang dipandang perlu dan memaksa," pungkasnya.

Penulis: ardiansyah. Editor: gun.