HETANEWS

Diduga ada Rekayasa Oknum Personil Polres Labuhanbatu, Abang Adik Bebas di Tangan Hakim

Labuhanbatu, hetanews.com - Usaha Riana Daulay (52) tidak sia-sia, hingga akhirnya berbuah kebebasan kepada kedua putranya, Ardiansyah Putra Lubis (28) dan Abdul Rahim Lubis (18) oleh putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, yang menjalankan profesinya secara profesional.

Putusan hakim akhirnya membutktikan adanya rekayasa yang dilakukan oleh oknum anggota polisi Polres Labuhanbatu, inisial RS berpangkat Aiptu.

Rekayasa kasus tersebut terbukti dari beberapa keterangan saksi, sehingga hakim mempertimbangkan dan memutuskan vonis bebas murni dan mengembalikan hak-hak kedua terdakwa

“Syukur Alhamdulillah, doa saya dikabulkan Allah, dan hakim masih mempunyai hati nurani, terima kasih pak hakim,” ucap Riana meneteskan air matanya saat hakim membacakan amar putusan pada sidang kedua putranya di PN Rantauprapat.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua, Arie Ferdian SH itu mengesampingkan keterangan saksi, Zulkifli dan Kimsun alias Suparman. Dimana keterangan saksi tersebut hanya didengar dari Suyono alias Kasno.

Dari keterangan saksi, Samsul dan Safrizal, mengatakan bahwa terdakwa tidak melakukan pengerusakan seperti yang dituduhkan kepada kedua terdakwa, justru yang melakukannya adalah RS. Hingga dapat diterima menjadi kesaksian yang sah.

Sementara kuasa hukum kedua terdakwa, Dam Hasonangan Hasonangon Harahap yang diwakili, Halomoan Panjaitan kepada wartawan mengatakan, sejak awal pihaknya sudah berkeyakinan kliennya akan bebas murni.

Dalam fakta persidangan bahwa di atur di KUHP pasal 185 ayat 2 Keterangan seorang saksi saja tidak cukup membuktikan bahwa terdakwa bersalah terhadap perbuatan yang didakwaan kepadanya. Sebagaimana yang dituangkan dalam nota pembelaan (pledoi)

"Hakim sangat memahami isi pasal tersebut. Hakim lebih paham yang kemudian mengimplentasikan dalam penerapan putusan itu sudah tepat," ungkap Halomoan.

Penulis: bs. Editor: aan.