HETANEWS.COM

Banyak Kasus Cabul, Siantar Kota Tak Layak bagi Pertumbuhan Anak

Farida Sitorus bersama Kak Seto Mulyadi. (Foto : Facebok)

Siantar, hetanews.com - Seminggu ini saja, terdapat 3 kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur yang diketahui awak media yang melapor ke Polres Siantar.

Ada dua orang terlapor yang sudah dewasa, salah satunya sudah ditangkap. Sedangkan satu lagi, terlapor juga masih dibawah umur. Untuk korban, ada yang berusia 14 tahun, 16 tahun dan 17 tahun.

Itu hanya masih dalam rentang waktu seminggu ini. Masih banyak kasus-kasus pencabulan terhadap anak dalam rentang waktu lebih luas di Kota Siantar ini.

Menanggapi hal ini, pemerhati anak di Kota Siantar, Farida Sitorus menjelaskan, bahwa tindakan pencabulan terhadap anak itu adalah salah satu bentuk pelecehan. Pelecehan tersebut sama dengan bentuk penghinaan.

"Itu artinya, pelaku pencabulan itu menanggap anak makhluk hina yang layak dilecehkan. Seharusnya, anak itu tidak diperlakukan dengan hina tetapi disayangi dan dilindungi,"tutur Farida, Jumat (17/11/2017).

Lanjutnya, pada masa pertumbuhannya, anak harusnya berada pada lingkungan aman dan nyaman bagi mereka. Lingkungan penuh kasih dan perhatian. Lingkungan yang demikianlah yang layak bagi mereka.

Jadi, banyaknya kasus-kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur di Kota Siantar, dikatakannya, bahwa Kota Siantar bukanlah lingkungan yang layak bagi pertumbuhan anak.

"Jika di kota Siantar, banyak anak mengalami pencabulan, berarti kota ini bukanlah lingkungan yang layak bagi pertumbuhan anak. Lingkungan itu bisa saja keluarga, sekolah dan masyarakat. Jadi bisa saja keluarga yang sedang tidak layak atau sekolah yang tidak layak atau masyarakat luas secara umum," ucapnya.

Kedepannya di Kota Siantar, ia berharap adanya sosialisasi anti kekerasan dan perlindungan terhadap anak mulai dari RT/RW kepada seluruh lapisan masyarakat. Mengingat pelakunya sering kali orang-orang terdekat.

Baca Juga: Janji Dinikahi, Siswi Kelas 2 SMA Serahkan 'Kegadisannya' pada Pacarnya

Baca Juga: Cinta Pulang Tak Bawa 'Kegadisan', Ibunya Polisikan Anak Jalan Sriwijaya

Baca Juga: Habis Ajak Pacar 'Bercinta', Anak Jalan Tanah Jawa Ini Dibawa Polisi

"Pemerintah juga mewajibkan seluruh sekolah memberikan pendidikan tentang seksual kepada anak. Sehingga mereka (anak) bisa terlindung dengan tidak menjadi korban ataupun pelaku," sebutnya.

"Selanjutnya, harapan saya, menindak tegas para pelaku melalui kepolisian. Jika pelakunya anak dibawah umur, melakukan pemulihan melalui psikolog anak (Unit PPA Polres). Dan terakhir, dilakukan juga pendampingan pemulihan kepada anak-anak yang menjadi korban," tutup Farida Sitorus.

Penulis: ndo. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!