HETANEWS

Rolasni Mengaku Nekat Bunuh Bayinya karena Malu

Ibu yang tega membunuh bayinya. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Terdakwa pembunuh bayi,  Rolasni boru Sitorus alias Opung Royani (42), penduduk Huta VI Pondok II, Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan, mengaku nekat membunuh bayi laki-laki yang baru dilahirkannya karena malu.

"Saya malu, makanya saya nekat membunuh bayi itu,"katanya disidang siang itu, di depan majelis hakim Roziyanti, Justiar Ronald dan Melinda Aritonang.

Terdakwa yang sudah janda dan mempunyai 6 orang anak ini, merasa malu setelah hamil di luar nikah. Hasil hubungan yang tidak resmi dengan Daniel Simangunsung, seorang pria beristri dan tidak bertanggungjawab.

Akibat hubungan gelap itu, terdakwa melahirkan pada Senin, 29 Mei 2017 lalu, pukul 11.00 WIB, di perladangan sawit miliknya, di Huta VI Hatonduhan.

Beralaskan goni dengan posisi jongkok, terdakwa melahirkan dengan memotong tali pusat menggunakan pisau dan langsung menyumbat mulut bayinya dengan pakaian dalamnya agar tidak menangis.

Tak hanya itu, terdakwa juga mencekik leher bayi dan lebih memastikan korbannya meninggal. Terdakwa mengikat leher bayi dengan sobekan  kain panjang  yang telah dipersiapkan.

Terdakwa meninggalkan bayi tersebut di perladangan, lalu keesokan harinya, terdakwa kembali lagi membawa cangkul.

Dibungkus goni, terdakwa mengubur bayinya dalam lobang yang sudah digali dan meletakkan batang sawit di atasnya. Jaksa Julita Nababan  menjerat terdakwa dengan pasal I ke-65 yaitu, pasal 80 ayat (4) UU RI No.35/2014 tentang perubahan atas UU NO.23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Terdakwa dalam persidangan didampingi pengacara Antoni Sumihar Purba.  Untuk tuntutan, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan.

Penulis: ay. Editor: gun.