Tebingtinggi, hetanews.com - Terkait kepemilikan sabu, seorang ibu rumah tangga, warga Badak Bejuang Tebingtinggi, dituntut 7 tahun penjara.

Dalam sidang replik, Jaksa Penuntut Umum  (JPU) Alvin tetap pada tuntutannya tersebut, Selasa (14/11/2017 ), di Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi.

Dalam sidang  pekan lalu, terdakwa Yenni alias Jeni, memohon agar majelis hakim yang diketuai Sangkot Tobing memberikan keringanan hukuman atas tuntutan jaksa. Dengan alasan punya anak satu.

Terdakwa Yenni pada Minggu, 4 Juni 2017, pukul 16.00 WIB, ditangkap terkait narkoba jenis sabu. Terdakwa ditangkap saksi M Fadli dan N Tarigan dari Polres Tebingttinggi.

Saat itu, petugas mendapat informasi dari masyarakat yang menerangkan di Jalan Badak Lingkungan III, Kelurahan Badak Bejuang, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kota Tebingtinggi, tepatnya di rumah milik terdakwa sering dijadikan tempat tindak pidana narkotika.

Mendapat informasi itu, kemudian kedua saksi melakukan penyelidikan dit empat yang dimaksud oleh informan. Setelah berada di rumah terdakwa, kemudian para saksi menunjukkan surat perintah tugas untuk melakukan pemeriksaan.

Sebelum melakukan pemeriksaan, para saksi meminta terdakwa untuk berkata jujur, apakah ada  menyimpan sabu. Karena merasa takut, kemudian terdakwa mengeluarkan 2 bungkus plastik klip transparan yang berisi sabu. Selanjutnya terdakwa beserta barang bukti dibawa ke kantor polisi.

Setelah dilakuan interogasi, terdakwa mengaku, barang bukti berupa 2 bungkus  sabu itu didapat dengan cara membeli dari seseorang yang bernama Onces (belum tertangkap) dengan harga Rp 200.000.