HETANEWS

Rumah Adat Karo Dihantam Gempa dan Debu Vulkanik Sinabung

Kondisi rumah adat Karo tampak rusak parah akibat gempa dan debu vulkanik Sinabung. (foto/charles)

Karo, hetanews.com - Usiamu kini hampir 57 tahun, tapi “engkau” masih kokoh berdiri ditengah-tengah rumah modern yang berdinding tembok dan beratapkan genteng.

Namun, dengan usiamu yang telah tua itu, engkau tidak sanggup lagi berdiri kokoh karena hantaman gempa dan debu vulkanik Sinabung yang terjadi, Selasa (14/11/2017),  pukul 04:00 WIB dini hari.

Engkau adalah Rumah Adat Karo atau disebut Rumah Siwaluh Jabu yang dihuni oleh delapan keluarga yang memiliki pertalian darah dan hubungan kekeluargaan yang sangat dekat.

Riwayatmu kini nyaris punah karena tidak adanya perhatian dari pemerintah untuk melestarikannya.

Salah satunya Rumah Adat Siwaluh Jabu Sianjung-anjung yang berada di desa Cinta Rayat, kecamatan Merdeka yang dibangun tepatnya tanggal 5 Januari tahun 1961 lalu yang masih dihuni 5 Kepala Keluarga (KK), tiba-tiba roboh akibat hantaman gempa dan debu vulkanik Sinabung.

Warga menyaksikan rumah adat Karo rusak parah akibat gempa dan debu vulkanik Sinabung. (foto/charles)

Menurut kepala desa Cinta Rayat, Budi Artha Surbakti didampingi sekdesnya, Barcelona Ginting, staf  Ijul Sinulingga dan bendahara desa, Riamonta Bangun serta ketua Karang Taruna, Teger Bangun, rumah adat tersebut ambruk akibat gempa dan abu vulkanik Sinabung.

"Sekira pukul 03:30 WIB dini hari, atap rumah adat yang terbuat dari ijuk tiba-tiba ambruk akibat menumpuknya debu Sinabung di atas atap serta adanya gempa kecil yang terjadi beberapa hari terakhir ini. Syukur saja tidak ada korban jiwa. Kini kelima kepala keluarga yakni, Makarius Sitepu (25), Perwira Perangin-angin (38), Terkena Ginting Seragih (65), Elisabet Beru Karo (45) dan Mahan Beru Sembiring (90) berikut harta bendanya sudah kita evakuasi ke rumah keluarganya masing-masing untuk sementara waktu,”ujarnya.

Dikatakannya, akibat kejadian tersebut, Karang Taruna Desa, para Pemuda Tanggap Bencana yang lebih dikenal dengan Anak Singuda Tanggap Bencana (Asia Gama), bersama warga turut melakukan pembersihan material, sekaligus membongkar material bangunan yang sudah rusak.

Dibeberkannya lagi, bahwa ada berkisar enam unit bangunan rumah adat Siwaluh Jabu yang berada di desanya. Akibat termakan usia sehingga tinggal tiga unit rumah yang masih dihuni pemiliknya.

Untuk itu, harapan kami, kiranya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo dapat memperhatikan kelestarian rumah adat Karo yang berada di Desa Cinta Rayat.

Kondisi bagian dalam rumah adat Karo yang rusak parah dan tak terawat. (foto/charles)

“Karena rumah adat di Karo yang merupakan ciri khas masyarakat Karo zaman dulu sudah sangat sulit ditemukan. Kalau dihitung-hitung hanya dua desa lagi yang memilikinya seperti di desa Dokan, kecamatan Merek dan desa Lingga, kecamatan Simpang Empat. Setidaknya mekanisme pemeliharaannya dapat difasilitasi pemda atau bagaiman teknisnya, masyarakat sangat membutuhkan arahan dan masukan. Agar rumah adat Karo di desa ini bisa dilestarikan,”harap Kepdes diamini warga lainnya.

Ditambahkan salah seorang warga, bahwa gotong royong telah dilakukan, namun keluarga yang menghuni rumah tersebut belum mempunyai dana untuk memperbaikinya.

“Itulah yang sedang kita pikirkan dan sangat berharap agar masalah ini sampai ke Pemkab Karo. Karena setelah diperhitungkan dana perbaikannya berkisar Rp10 juta,” ujarnya.

Di sela-sela itu, para korban diantaranya Perwira, Elisabet dan Mahan agar dapat menyampaikan keluhan mereka kepada Pemkab Karo. “Tolong sampaikan kepada pemerintah agar kami dibantu karena pekerjaan kami hanya aron - aron (buruh) diladang orang. Untuk sementara waktu, terpaksa kami menumpang di rumah keluarga,” ujarnya.

Penulis: charles. Editor: gun.