HETANEWS

Ada Pantai Seperti Lautan di Pinggiran Danau Toba

Pantai Pasifik Porsea.

Tobasa, hetanews.com - Danau Toba punya pantai yang sekilas seperti pantai di lautan. Inilah Pantai Pasifik Porsea yang berpasir putih.

Kalau mendengar kata pantai tentu traveler akan membayangkan sebuah dataran berpasir putih yang berada di tepi laut.

Namun di Sumatera Utara, kata pantai tidak selalu identik dengan laut dan pesisir. Karena di provinsi ini, di dataran tingginya yang berada di antara pegunungan dan jauh dari laut juga bisa ada pantai lho. Kok bisa?

Salah satu pantai yang bisa traveler temui saat berada di dataran tinggi Sumatera Utara adalah Pantai Pasifik Porsea yang berada di Lumban Manurung, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Sebuah kota kecamatan kecil yang berada di tepian Danau Toba yang menghubungkan antara Kota Balige dengan Parapat maupun Asahan.

Untuk menuju pantai ini cukup mudah karena dari pusat Kota Porsea sudah terdapat plang penunjuk arah menuju pantai dan akses jalannya pun cukup bagus.

Tiket masuknya sendiri cukup murah, bahkan menurut saya terlalu murah, karena hanya diharuskan membayar Rp 2.000 saja untuk dua orang dan sudah mendapatkan fasilitas parkir, kamar mandi dan gazebo untuk bersantai. Sumpah, itu murah banget.

Saya sendiri awalnya penasaran mengapa bisa ada pantai di Porsea ini, di dataran tinggi yang berjarak ratusan kilometer dari laut. Setelah saya sampai di Pantai Pasifik Porsea ini akhirnya saya mengerti dengan yang dimaksud dengan kata pantai tersebut.

Ternyata yang dimaksud dengan pantai di sini adalah sebuah dataran berpasir putih yang menghadap langsung ke Danau Toba, bukan menghadap ke laut. Airnya pun tawar dan bukan asin.

Meski demikian, namun panorama yang ditawarkan Pantai Pasifik Porsea ini tidak kalah indah dengan pantai-pantai asli yang menghadap ke laut lepas.

Permukaan air Danau Toba yang biru jernih terlihat luas seperti lautan. Kondisi angin yang bertiup kencang pun membuat permukaan air danau berombak, sehingga terlihat seperti lautan sungguhan, seperti berada di tepi pantai yang sebenarnya. Padahal ini adalah Danau Toba. Unik sekali.

Sedangkan di sekeliling danau ini terlihat gugusan pegunungan Bukit Barisan yang berwarna hijau berdiri kokoh hingga ke batas horizon seolah-olah memagari keindahan alam Danau Toba, sungguh kombinasi yang sangat indah.

Pantai ini pun memiliki pasir berwarna putih bersih yang cantik dengan tekstur yang kasar seperti silica, kemungkinan pasir ini merupakan hasil letusan super Gunung Toba jutaan tahun yang lalu. Konon menurut penduduk setempat, pasir ini memang telah ada sejak dahulu kala.

Fasilitas yang disediakan di Pantai Pasifik Porsea pun sudah cukup bagus. Di sini terdapat sebuah lapangan parkir yang luas, kemudian ada juga sebuah rumah makan, toilet, sarana permainan anak, dan gazebo-gazebo di pinggir pantai baik yang berbentuk bangku beton dengan payung maupun berbentuk pondok kecil dengan arsitektur khas Batak. Rasanya tidak sesuai dengan harga tiket masuknya yang murah meriah.

Oh ya, di pantai ini pengunjung juga boleh berenang, namun harap berhati-hati dan jangan ke tengah danau. Karena di bagian tengah danau terhubung dengan alur Sungai Asahan sehingga memiliki arus bawah yang cukup kencang. Jadi bagi pengunjung harap berhati-hati.

Di akhir perjalanan akhirnya saya mengerti bahwa konsep pantai bagi masyarakat di dataran tinggi tidak selalu identik dengan laut. Karena bagi mereka, pantai adalah dataran berpasir yang berada di dekat perairan seperti sungai dan danau. Di sini saya kembali belajar bahwa beda daerah beda lagi konsep pemikirannya. Unik sekali! 

sumber: detik.com

 

Editor: aan.