HETANEWS
CITIZEN JOURNALISM

Tuntut Upah Layak, Buruh Serbu Kantor Gubsu

Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara, berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumut (Gubsu), Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Jumat (10/11/2017). (foto/ardiansyah)

Medan, hetanews.com - Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara, berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumut (Gubsu), Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Jumat (10/11/2017).

Dalam aksinya, para buruh menolak upah murah. Mereka menolak kebijakan upah murah dan memprotes kebijakan Pemprov Sumut yang menetapkan kenaikan hanya 8,71 persen.

"Kita lihat saja listrik naik 3 kali dalam setahun, BBM jenis premium langka, sehingga masyarakat harus membeli BBM pertalite dengan harga lebih mahal. Gas elpiji juga langka dan harganya semakin mahal, harga air juga naik, serta harga sembako juga merangkak naik,"kata Ketua DPW FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo.

Untuk itu, buruh mendesak agar pemerintah merevisi PP 78/2015 tentang Pengupahan. Buruh juga meminta agar UMP/UMK 2018 ditambah USD 50 atau minimal Rp 650 ribu untuk meningkatkan daya beli buruh. "Turunkan harga BBM, listrik, gas, air dan sembako," jelasnya.

Sebelum menggelar unjuk rasa, buruh melakukan longmarch dari Istana Maimun menuju kantor Gubsu. Akibatnya, sebagian jalan yang dilalui macet, seperti Jalan Brigjen Katamso, Jalan Suprapto, Jalan Sudirman sekitarnya. Polisi lalu lintas yang berjaga pun tampak kewalahan mengatur lalu lintas.

Penulis: ardiansyah. Editor: gun.