Asahan, hetanews.com - Polres Asahan melalui Satuan Reskrim Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) mengamankan Direktur Rumah Sakit Umum Abdul Manan Simatupang (RSU HAMS) Kota Kisaran, beserta bendahara dan empat stafnya, Kamis (9/11/2017).

Kapolres Asahan, AKBP Kobul Syahrin Ritongga melalui Kasat Rekrim, AKP Bayu Putra Samara, membenarkan mengamankan 6 orang pejabat rumah sakit umum tersebut dan masih melakukan penyelidikan tentang adanya pengutipan retribusi umum yang tidak sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku.

Dimana, seharusnya diberlakukan Perda Nomor 14 Tahun 2014 tentang Retribusi Jasa Umum, akan tetapi pihak rumah sakit masih memberlakukan Perda Nomor 12 Tahun 2011 tentang Jasa Retribusi Umum yang sebagian isinya yaitu, pembayaran pemeriksaan urine untuk 4 item terhadap pasien yang ingin melakukan tes narkoba. Menurut Perda yang lama (Perda Nomor 12 Tahun 2011) dikenakan biaya Rp 250 ribu rupiah, sedangkan Perda yang baru (14/2014) sebesar 150 ribu rupiah.

“Dimana  pasien yang ingin memeriksa keempat item tersebut dikenakan biaya 150 ribu rupiah, namun diketahui selama 2015 hingga November 2017 dikutip 250 ribu rupiah,” jelas Bayu.

Tim Tipikor Sat Reskrim Polres Asahan saat melakukan pemeriksaan berkas, diruang analis RSU Hams Kisaran. (foto/heru)

Orang nomor satu di Sat Reskrim itu mengatakan, unit Tipikor masih memproses kasus ini. Dan bila melihat perubahan Perda maka sudah 3 tahun berjalan. "Artinya masyarakat dirugikan yang mana seharusnya membayar lebih murah, namun Perda lama terus dijalankan maka keenam orang ini masih diperiksa secara itens," ujarnya .

Terpisah, Kanit Tipikor Polres Asahan, Iptu Rianto menambahkan, dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut, penyidik berhasil mengamankan barang bukti, uang sebesar Rp 1.054.000 dan berikut berkas dan pembukuan keuangan pihak rumah sakit.

Baca Juga: Ada OTT di RSU HAMS Kisaran, Sang Direktur Diboyong Polres Asahan

Keenam orang yang diamankan yaitu, Direktur Edi Iskandar, staf tata usaha Zubaidah, Bendahara, Nurhazizah Tanjung, Kepala Ruang Instalasi Laboratorium, Agus Hariyanto, staf  kamar kartu, Yusnizar Nainggolan dan Nurmala.

"Semua yang diamankan berstatus PNS. kita masih melakukan pemeriksaan terkait kerugian dimaksud hingga keenam oknum PNS itu masih dimintai keterangan," ujar Rianto sembari mengatakan tidak menutup kemungkinan akan naik statusnya menjadi tersangka.