Siantar, hetanews.com - Hendak membawa anak berobat kampung, 1 keluarga mengalami laka lantas di Jalan Rindam Simpang Dua Kota Siantar, Kamis (2/11/2017) malam. 

Akibat kecelakaan tersebut, salah seorang pria bernama Saut Maruli Panjaitan (51), harus mendapatkan 10 jahitan di bagian keningnya di Rumah Sakit (RS) Tiara, Jalan Menambin, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat. 

Saut menjelaskan kepada hetanews, sebelumnya dirinya dan keluarganya berangkat dari rumah mereka di Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba. 

"Saya hendak membawa anak berobat kampung ke Sidamanik, Kabupaten Simalungun dengan mengendarai mobil Avanza. Mobil yang dibawa adik saya pelan, tiba-tiba truk Fuso dari arah berlawanan melaju kencang dan langsung menabrak mobil kami," kata Saut saat berada di ruang ICU RS Tiara. 

Saut juga menjelaskan, dirinya mengalami luka dikarenakan melindungi anak perempuannya bernama Juli Agus Pranata (20). 

Istri Saut Panjaitan.

"Waktu kecelakaan itu saya mencoba melindungi anak saya dengan memeluknya. Ketimbang anak, lebih bagus saya yang kena. Mudah-mudahanlah anak saya tidak apa-apa, karena banyak kali rintangannya. Saat ini anak saya sudah dibawa ke Didamanik dengan menggunakan angkot Ria Jaya," ungkap Saut. 

Saut juga mengatakan, kalau dirinya merasa trauma akibat kejadian yang menimpa dirinya. "Saya trauma akibat kejadian itu. Kemari saja saya dibawa menggunakan mobil L 300," ucap Saut. 

Di tempat yang sama, istri korban Elena Boru Tampubolon (41) menangis saat menebus obat untul suaminya. Dirinya menangis dikarenakan sempat ditolak di RS Tentara. 

"Bakalan saya adukan mereka (RS Tentara) ke Presiden Jokowi. Sudah ditengoknya berdarah-darah (Saut), masa disuruh nyari RS yang lain bukan ditolong malah ditolak. Alasan mereka gak ada tempat. Untuk apa mereka kerja di RS kalau gak bisa menolong. Lebih bagus jadi bandit sajalah orang itu," sebut Elena.