HETANEWS.COM

Soal Marak Jambret, Pemko Siantar Jangan Reaktif karena Tekanan Publik

Siantar, hetanews.com- Maraknya aksi jambret di Kota Siantar mulai ditanggapi serius oleh Pemerintah Kota (Pemko) itu dengan menginstruksikan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berpatroli untuk membantu kepolisian.

Selain itu, pemerintah juga mengakui tengah meningkatkan lampu penerangan jalan. Memfungsikan kembali Siskamling di tiap kecamatan hingga kelurahan. 

Beberapa formula ini pun diakui Pemko, digagas ditengah maraknya begal maupun pencurian. Bahkan, kasus begal teranyar merenggut nyawa korbannya yang dialami almh Rara Sitta Stefanie, beberapa waktu lalu.

Menyikapi terbentuknya ide pemerintah itu ditanggapi Sumut Watch, organisasi non pemerintah dibidang pengawasan kebijakan pemerintah. Sumut Watch menilai, seharusnya pemerintah sudah memikirkan ancaman begal jauh hari sebelumnya.

"Mustinya sudah dari awal pemerintah kota ini termsuk aparat kepolisian sudah mendeteksi ancaman itu. Dan bisa melihat dari daerah lain sebelumnya," kata Daulat Sihombing, Ketua Sumut Watch kepada hetanews, Kamis (2/11/2017).

Disamping aparat kepolisian yang memiliki fungsi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menurut Daulat, pemerintah juga memiliki peran yang sama. Menangani kasus yang sedang marak bisa diatasi dengan koordinasi kedua lembaga tersebut.

"Pemerintah harus bersinergi dengan aparat. Bicara soal Wali Kota juga bicara tentang keamanan warganya. Jadi harus ikut membantu kepolisian dari segi moral, kinerja, dan bila dimungkinkan bantuan logistik,"kata Daulat.

Daulat, mengharapkan peran Pemko membantu kepolisian dibidang keamanan dengan mengalokasi anggaran untuk pengadaan CCTV yang pastinya untuk dipasang dibeberapa tempat.

"Mulai sekarang, berpikirlah pemerintah kota ini untuk keamanan. Misalnya penerangan lampu jalan, penempatan CCTV dibeberapa tempat. Mendukung pemulihan keamanan agar ketakutan warga Siantar berkurang. Kita minta Wali Kota alokasikan anggaran untuk menambah CCTV dibeberapa sudut kota yang dianggap strategis,"imbuhnya.

Ia berharap peran pemerintah mengembalikan keresahan warganya saat ini. Daulat juga kurang sepakat pembentukan suatu upaya pencegahan ketika peristiwa itu sudah terjadi.

"Jangan Wali Kota hanya reaktif karena adanya tekanan publik karena maraknya begal. Jangan dibentuk sistem setelah terjadi,"pungkasnya.

Dia menambahkan, para pelaku kejahatan saat ini sudah tak dapat ditolerir lagi. Upaya ekstra menurutnya sudah layak dilakukan aparat terhadap para pelaku kejahatan ini.

"Sudah tak bisa lagi yang biasa penanganannya. Kejahatan ini memang sedang marak dan aparat harus bekerja ekstra. Tembak mati saja pelaku kejahatan ini,"tuturnya.

Penulis: bt. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan