Siantar, hetanews.com- Ratusan buruh Roti Ganda meminta perusahaan untuk memperhatikan kesejahteraan kesehatan, karena menurut undang-undang No 24 tahun 2011 tentang BPJS, dimana tenaga kerja sebuah perusahaan harus mendapatkan tunjangan kesehatan.

Buruh-buruh dari roti Ganda tersebut didamping Ketua SBSI Ramlan Sinaga untuk menemui manajemen parusahaan, yakni Mandor 1 Lili di pabrik roti ganda, Jalan Ade Irma, Senin (22/12).

Dalam pertemuan tersebut, Ramlan yang mewakili suara buruh menuntut agar buruh mendapatkan apa yang mereka tuntut, hari ini juga Senin (22/12). Berdasarkan Informasi yang dihimpun wartawan di Pabrik tersebut, 55 orang buruh sudah terdaftar di Jamsostek, namun anehnya mereka tidak pernah memegang kartu Jamsostek.

Seperti penuturan Salah seorang Buruh Roti Ganda, Mena yang sudah bekerja 35 Tahun bekerja di Pabrik Roti Ganda mendapatkan Jamsostek namun dia tidak pernah memegang kartu itu. "Aku dapat, tapi kalo aku sakit bayar sendiri, engga pernah ku pegang kartu Jamsostek ku," kata Mena.

Lain lagi penuturan Fitriana buruh yang sudah bekerja selama 7 tahun bekerjan roti Ganda, jika selama ini dia tidak pernah mendapatkan jaminan kesejahteraan, bahkan kata Fitria lagi, jika mereka libur karena sakit gaji mereka akan dipotong. "Jangan kan BPJS, kalo sakit aja kami engga masuk dipotong gaji kami satu hari," kata Fitria.

Hal senada juga dikatakan oleh Magdalena Sihotang buruh yang sudah bekerja selama 3 Tahun di Roti Ganda mengatakan, pada saat melahirkan hanya diijinkan libur selama 40 hari, dan itupun dipotong gaji. "Biasanya kan kalo hamil boleh libur sampe 3 bulan, ini kami hanya 40 hari itupun potong gaji," kata Mangdalena.

Pertemuan antara buruh dan manajemen Roti Ganda belum membuahkan hasil, sebab pihak perusahaan menanyakan terlebih dahulu ke Pimpinana Perusahaan, dan rencananya sore ini buruh yang ditemani oleh SBSI akan bertemu dengan pimpinan perusahaan. "Hasilnya belum ada, tapi nanti sore kita akan bertemu sama pemilik roti ganda, soalnya jamnya belum tahu, nanti saya telepon yah," kata Ramlan seusai pertemuan tersebut.

Ramlan juga mengatakan jika tuntutan mereka tidak dipenuhi maka SBSI bersama buruh akan mengadukan ke pihak yang berwajib. "Jika tuntutan kita tidak dipenuhi kita akan giring sampai keranah Pidana," kata Ramlan tegas.

Ketua Komisi 1 DPRD Siantar Zainal Purba ketika ditemui wartawan seusai rapat paripurna mengatakan jika persoalan tersebut harus diselesaikan, dan Ganda harus memenuhi tuntutan dari para buruh. "BJS harus dilakukan sama ganda, karena memang itu peraturannya, Dinsosnaker (Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja) harus ambil peran disini," Kata Zainal Purba.