Asahan, hetanews.com - Pelantikan tim Pendekar Asahan Urusan Sapu bersih (PAUS), Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga, meminta sinergitas dari seluruh elemen dalam pemberantasan narkoba juga menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat secara bersama-sama. 

AKBP Kobul Syahrin Ritongga, mengakui peredaran dan penyalagunaan narkoba di wilayah hukum Polres Asahan terus meningkat setiap tahun bila melihat jumlah kasus baik tersangka yang ditahan  dan barang bukti yang  disita

"Kasus narkoba setiap tahun meningkat maka kerja sama harus terus kita bangun bersama elemen masyarkat hingga menjadi perhatian kita untuk memberantas peredaran juga penyalahgunaan narkoba, khususnya di wilayah Asahan hingga melibatkan 3 pilar," ujar Kapolres disaksikan Wakil Bupati, Surya, Forkopimda Kabupaten Asahan, perwakilan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda juga anggota DPR RI, Ali Umri, Kamis (2/11/2017).

"Koordinasi bersama perlu, baik dari unsur pemerintah dan elemen masyarakat untuk menemukan akar masalah hingga mengasilkan solusi yang tepat dalam menekan dan memutus mata rantai peredaraan dan penyalahgunaan narkoba yang menjadi musuh negara," sebutnya.

Dengan dilantiknya tim PAUS, diharapkan mampu mendorong tercapainya tingkat kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba juga dampaknya dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri untuk  memutus mata rantai peredaraan narkoba yang memang mampu merusak kekuatan suatu negara. 

Kapolres juga mengungkapkan, sejak  2 tahun kebelakangan pada  2015 dan 2016, jumlah tindak pidana peredaran dan penyalahgunaan narkoba terus meningkat. Adapun jumlah kasus pada 2016 sebanyak 220 kasus atau meningkat 25 % jika dibandingkan 2015, yaitu sebanyak 175 kasus.

Peningkatan jumlah kasus juga disertai dengan bertambahnya jumlah tersangka dan barang bukti narkoba yang disita. 

Pada 2015, jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 259 dengan barang bukti sabu-sabu sebanyak 2.067,5 gram, ganja 916,38 gram dan ekstasi sebanyak 25,5 gram.

Pada 2016, jumlah tersangka narkoba naik 8,8% menjadi 282 tersangka jika dibandingkan 2015. Sementara jumlah barang bukti sabu - sabu yang berhasil disita yakni sebanyak 7.471,82 gram atau meningkat 261,3%; dan ganja sebanyak 2.370,97 gram atau naik 282,5%.

“Yang menurun adalah jumlah barang bukti ekstasi, yaitu turun 11,1 persen dari 2016,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPR RI, Ali Umri, memberikan apresiasi kepada Kapolres Asahan atas terbentuknya  tim anti narkoba yang terdiri dari unsur TNI/Polri, Pemerintah dan masyarakat ini yang mengakui pertama kali di Indonesia. 

“Tim yang bernamakan Tim PAUS pertama kali di Indonesia saya lihat bila melihat reses yang pernah saya kunjungi dengan menyatukan 3 pilar. Maka harus kita dukung bersama dan  narkoba adalah musuh besar bangsa Indonesia saat ini hingga ide yang memiliki tujuan mulia dalam memerangi narkoba akan menjadi perhatian kita bersama, baik saya selaku wakil rakyat di DPR RI,” ujar politisi dari Partai Nasdem itu.