Tebingtinggi, hetanews.com - Anggota DPRD Kota Tebingtinggi, Muliadi mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu dan bersama-sama memerangi dan mencegah bahaya narkoba.

“Mari jaga anak-anak kita sebagai generasi bangsa agar terhindar dari bahaya narkoba yang sudah merupakan bahaya nasional. Jika ada  informasi tentang adanya bandar narkoba di lingkungan kita, cepat laporkan kepada polisi atau Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tebingtinggi,” papar Muliadi, kemarin.

Dirinya juga minta aparat penegah hukum bertindak cepat dan tegas menembak  para bandar narkoba di tempat, namun dengan barang bukti yang ada dan terukur. Ini sesuai dengan instruksi Presiden di Jakarta pada 21 juli 2017 yang diteruskan kepada Kapolri dan Kepala BNN.

Hal itu disampaikan Muliadi menjawab pertanyaan hetanews.com tentang kondisi terkini Kota Tebingtinggi yang menjadi sasaran peredaran narkoba di Sumatera Utara. Ini mengingat ada kurang lebih 350 orang bandar narkoba atau bandar kecil yang mendekam di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kota Tebingtinggi, Jalan Pusara Pejuang.

Sementara data indikator BNNK Tebinginggi ada kurang lebih 1.000 orang warga di daerah itu  yang telah masuk perangkap narkoba alias pecandu konsumsi ketergantungan barang haram tersebut.

Anggota  Komisi 3 membidangi pembangunan itu menuturkan, Polres Tebingtinggi yang dipimpin AKBP Ciceu Cahyati harus cepat bertindak mengingat  Tebingtinggi sudah darurat narkoba.

“Kita semua sangat mendukung. Sebagai catatan, jika bandar narkoba sudah dilumpuhkan dengan tembak di tempat sangat diharapkan dalam proses hukum  dan peradilan hendaknya dihukum yang seberatnya-beratnya berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Bila perlu jika ada hartanya disita untuk negara,” tegas Muliadi.