Siantar, hetanews.com - Terdakwa kasus penggelapan, Parulian Sitohang, divonis 2 tahun penjara oleh majelis hakim, di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Rabu (1/11/2017). 

Dalam sidang yang beragendakan putusan tersebut, tampak dihadiri terdakwa Parulian dengan menggunakan baju lengan pendek berwarna merah. 

"Menjatuhkan pindana penjara terhadap terdakwa Parulian dengan pidana selama 2 tahun penjara dikurangkan dengan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dan diperintahkan agar tetap ditahan," kata majelis hakim, Lodewyk I Simanjuntak saat membacakan vonis. 

Majelis menjelaskan, bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan melanggar pasal 372 KUHPidana dalam dakwaan pertama. 

Hanya saja, tuntutan tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rahma Hayati Sinaga, yang menuntut terdakwa Parulian selama 2 tahun dan 6 bulan penjara. 

Perbuatan yang meringankan, bahwa terdakwa belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya. Sedangkan hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan perbuatannya merugikan saksi korban, Artinus Joni Sinaga. 

Setelah majelis hakim selesai membacakan vonis, lalu majelis hakim menanyakan kepada terdakwa, apakah menerima, pikir-pikir, atau banding atas putusan tersebut. Kemudian terdakwa menjawab kalau dirinya akan melakukan pikir-pikir atas vonis itu. "Pikir - pikir yang mulia," ungkap terdakwa. 

Mendengar jawaban itu, majelis hakim yang diketahui Lodewyk I Simanjuntak dibantu dua anggota, Risbarita Simorangkir dan M Iqbal, memberikan waktu selama 7 hari untuk terdakwa lakukan pikir - pikir. 

"Baik, majelis hakim memberikan waktu untuk terdakwa selama tujuh hari lakukan pikir-pikir dan untuk itu sidang kita tutup," akhir Ivan sembari mengetuk palu.