Siantar, hetanews.com - Polsek Siantar Marihat Resort Siantar, mengamankan seorang wanita berinisial RS (58), pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun.

RS diamankan pada Rabu (1/11/2017) sekira pukul 10.35 WIB, karena mengedarkan uang palsu (upal) untuk keperluannya.

Kapolsek Siantar Marihat, AKP Rudi Lapian yang ditemui di Mapolsek Siantar Marihat, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, RS melanggar pasal 244 KUHPidana.

Dijelaskannya, warga Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, diamankan oleh korbannya, B (44), seorang supir angkutan umum Pepabri.

"Sekitar pukul 10.00 WIB, tersangka menaiki angkot itu dari Tiga Dolok (Kabupaten Simalungun) tujuan Kota Siantar. Sampai di Simpang Dua, tersangka membayarkan ongkosnya menggunakan uang Rp50 ribu," tutur Kapolsek.

Ternyata, uang Rp 50 ribu tersebut adalah uang palsu. Korban awalnya tidak curiga. Namun ditengah jalan, supir curiga dan membalikan angkotnya ke tempat kejadian perkara (TKP), Simpang Dua, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Siantar.

Korban berhasil mengamankan tersangka yang kemudian diboyong ke Polsek Siantar Marihat yang tak jauh dari TKP. Personil Polsek Siantar Marihat pun kemudian melakukan pengembangan kerumah tersangka.

Dirumah tersangka, ternyata ditemukan uang palsu lainnya, berupa uang kertas palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 57 lembar, uang palsu pecahan Rp 50 ribu sebanyak 5 lembar dan uang palsu pecahan Rp 5 ribu sebanyak 2 lembar.

Turut juga disita printer merk Canon Pixma MP 287, kertas HVS warna merah sebanyak 1 rim dan satu buah gunting yang keseluruhannya diduga digunakan untuk mencetak uang palsu tersebut.

Seluruh barang bukti dan tersangka kemudian diamankan ke Mapolsek Siantar Marihat. Polsek Siantar Marihat kemudian berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siantar.

"Tersangka telah kita serahkan ke Polres Siantar setelah sebelumnya kita telah koordinasi,"tutup mantan Kanit Jatanras Polres Binjai ini.