Simalungun, hetanews.com- Seringnya calon Kepala Daerah ataupun pemimpin yang tidak menepati janji kampanye, berdampak menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap wakilnya di parlemen maupun eksekutif.

Janji-janji manis pra Pemilihan Umum (Pemilu), nyatanya tidak sesuai dengan kenyataan pasca Pemilu usai di gelar. Melihat kenyataan ini, masyarakat di penjuru Sumatera Utara (Sumut) diharapkan cerdas dalam milih Kepala Daerah yang sebentar lagi akan diselenggarakan melalui Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2018 mendatang.

Seperti yang diutarakan aktivis mahasiswa, Radeva Sinaga. Menurutnya, kompetisi Pilgubsu sebaiknya bukan bersifat seremonial belaka. Masyarakat yang berdomisili di Siantar Simalungun sudah saatnya memikirkan masa depan Sumut kedepan, dengan memilih sosok pemimpin yang sudah teruji kinerjanya.

"Sudah saatnya kita membuka pikiran untuk memilih pemimpin yang telah teruji kinerjanya. Bukan calon pemimpin bermasalah, jangan sampai kita membeli kucing dalam karung," pungkasnya.

Terpisah, R Saragih salah satu warga nagori Tambun Marisi, Kecamatan Raya, mengatakan warga di Kabupaten Simalungun telah lama menanti kehadiran pemimpin dari putra daerah Simalungun untuk memimpin Sumut.

Kata ibu 3 orang anak ini, diantara Bakal Calon (Balon) Gubsu yang sudah menebar senyuman melalui poster-poster. Ia mengaku hanya menaruh simpatil kepada JR Saragih. Menurutnya, sebagai warga Kabupaten Simalungun, selama ini perhatian Gubernur Sumut hampir tidak dirasakan olehnya.

"Saya pun enggak kenal Gubernur yang sekarang ini menjabat. Setauku cuma perhatian JR Saragih yang kurasakan. Banyak pun spanduk-spanduk itu, pada enggak kenal saya selain JR Saragih," bebernya.

R Saragih yang ditemui hetanews di sela kesibukannya sebagai petani, Selasa (31/10/2017), mengaku siap menjadi relawan JR Saragih untuk menuju kursi Sumut 1.

Alasan ibu yang suka mengunyah sirih ini didasari atas kinerja JR Saragih yang sudah dirasakan langsung olehnya, diantaranya sudah mengalirnya air bersih di Nagori Tambun Marisi adalah salah satunya.

"Bah kalau ditanya banyak kali yang udah dibuat JR Saragih untuk kampung kami ini. Berapa tahun kami harus ngambil air ke jurang, sekarang air udah masuk kerumah-rumah kami. JR Saragih itu selalu tepati janjinya, saya sudah rasakan sendiri," tandas perempuan 63 tahun itu.