HETANEWS.COM

Oknum Security PT BSP Kisaran Dituding 'Siksa' Anak di Bawah Umur 

Kedua anak yang diduga menjadi korban penganiayaan. (foto : Heru)

Asahan, hetanews.com - Joy Anggiat Manurung (16) dan Rehan Manihuruk (16), keduanya warga Desa Sei Beluru Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan mendapat perlakuan kasar.

Bahkan diduga 'disiksa' oleh petugas security PT Bakrie Sumatera Plantation (BSP) hingga membuat Joy mengalimi retak tulang di tangan kiri dan kanannya 

Kepada hetanews, Joy didampingi orang tuanya Mulia Manurung di kediamannya di Desa Sei Beluru, Rabu (1/11/2017) menceritakan, penganiyayan berawal saat mereka melintas di area 25 A Divisi H perkebunan kelapa sawit milik BSP di Sei Beluru. Diduga kedua remaja itu melakukan pengambilan brondolan buah sawit.

"Saya dan Rehan pada  Sabtu (28/10/2017) sekira pukul 05.00 WIB membawa 4 goni brondolan dengan 2 unit sepeda motor. Kami  masing-masing mengakut brondolan sawit sebanyak dua goni per orang," sebutnya.

Namun saat itu muncul mobil double cabin  langsung memberhentikan sepeda motor keduan.

"Tiga orang pria di dalam mobil segera turun lansung  membopong kami ke kantor security PT BSP di Kisaran," ujar Joy.

Sesampainya di kantor security, keduanya lalu guyur air hingga basah kuyup dan dipukuli.

Hal ini juga dibenarkan Rehan, bahwa mereka disuruh menungging dan saat itu 4 orang petugas security melayangkan pukulannya 

"Mereka berempat, pertama kami disiram air lalu dipukul dengan bambu. Si Pasaribu yang kami kenal, sedangkan 3 lagi kami tidak tau namanya," ujar Rehan 

Menanggapi hal itu, kedua orang tua korban meminta agar kasus ini diproses hukum 

"Saya tidak terima pak. Lihat lah anak saya ketakutan, kok sekejam sekali prilaku pihak perusahaan memperlakukan manusia. Anak saya bukan binatang. Kalau anak saya terbukti mencuri ditangkap saja jangan dianiaya," ujar Mulia Manurung orang tua Joy.

Sementara itu, oihak PT BSP saat dihubungi melalui telepon seluler Asisten Security mengaku bernama Manimbo Simangunsong , membantah penganiayaan kedua korban 

"Kami melakukan tindakan sudah sesuai prosedur di perusahaan. Di mana kedua anak itu memasuki wilayah perkebunan dan didapati sedang mengangkut brondolan sawit, sehingga kita amankan sesuai dengan prosedur di perusahaan," ujarnya.

Sementara itu diketahui kedua remaja ini sempat ditahan di Polres Asahan pada tanggal 28 Oktober dan dikeluarkan 29 Oktober 2017. Dan hal ini dibenarkan orang tua korban Mulia Manurung.

Penulis: heru. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan