HETANEWS.COM

Sebelum Dijadikan Tersangka, Oknum Guru TM Dikabarkan Mau Diperas Rp 10 Miliar

TM, Guru Mata Pelajaran Tehnik Ilmu Komputer (TIK) SMK Bintang Timur Kota Siantar sesaat sebelum dimasukkan kedalam Ruang Tahanan Polisi (RTP).(foto/ndo)

Siantar, hetanews.com – TM, oknum Guru SMK Bintang Timur Kota Siantar yang resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian, masih tetap menjadi perbincangan dikalangan siswa dan pihak Sekolah. Diduga, oknum guru tersebut dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang berniat meminta sejumlah uang untuk perdamaian.

Duguan asusila yang dilakukan oleh TM kepada salah seorang siswanya, akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Siantar.

Sejurus dengan itu, kasus yang menerpa nama oknum guru dan siswa diprotes oleh ratusan siswa dari SMK Bintang Timur dengan melakukan unjuk rasa ke Polres Siantar.

Para siswa menganggap, apa yang dilakukan oleh gurunya, TM tidak seperti yang dikabarkan selama ini. Meskipun begitu, guru dan pihak Yayasan pun kaget melihat aksi spontan dari para siswa.

Informasi yang dihimpun hetanews dari beberapa sumber, Kamis (26/10/2017), sebelum kasus ini dilaporkan ke pihak Kepolisian, orang tua salah seorang siswa yang disebut-sebut sebagai korban datang terlebih dahulu ke sekolah. Kehadiran mereka pun tidak sendiri, namun ditemani oleh beberapa oknum Ormas dan oknum wartawan.

Baca Juga: Ratusan Siswa Sekolah Ini Teriak dan Nangis di Polres Siantar

Baca Juga: Raba-Raba Siswinya, Oknum Guru SMK Bintang Timur Resmi Jadi Tersangka

Akan tetapi, kehadiran mereka terkesan seperti melakukan pemerasan. Sebab orang tua siswa tersebut sempat terdengar meminta uang sebesar Rp10 Miliar kepada TM sebagai bukti pertanggung jawaban.

Mendengar kejadian itu, pihak Yayasan pun mengusir mereka karena dianggap sengaja untuk menggangu proses belajar mengajar di sekolah. Dikatakan, kejadian itu pun berlangsung diruang salah satu suster, di Gedung SMK Bintang Timur, Jalan Toba, Kecamatan Siantar Selatan.

"Kemaren, pas orang tua siswa datang ke sekolah langsung bawa ormas dan bawa wartawan, langsung main masuk ke sekolah. Trus intinya orang tua siswa itu minta 10 M waktu di ruangan suster. Kek pemerasan. Pihak yayasan langsung marah karena datang pas jam pelajaran. Sengaja menggangu jam pelajaran," ungkap salah seorang sumber yang meminta hetanews untuk tidak menyebutkan namanya.

Sumber yang lain juga menyebutkan, tiga orang siswa yang semula melaporkan kejadian tersebut, dua diantaranya diduga diprovokasi dan dan akhirnya dipaksa untuk ikut mengadu.

Dikatakan lagi, siswi yang mengakui dirinya sebagai korban asusila dari oknum guru tersebut berasal dari Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun dan tinggal indekos di Kota Siantar.

Meskipun TM sudah dijadikan tersangka atas perbuatan yang dilakukan kepada salah seorang siswa, tidak membuat puluhan siswa lainnya percaya. Pasca penetapatan status tersangka kepada TM, beberapa siswi pun menangis.

Mereka melakukan protes dan meminta pihak kepolisian untuk membebaskan oknum guru yang mengajarkan pelajaran Teknik Ilmu Komputer tersebut. Terakhir, informasi yang dihimpun oleh media ini, besok para siswa SMK Bintang Timur berencana akan melakukan doa bersama sebagai bentuk rasa solidaritas mereka kepada TM.

Penulis: gee. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!