HETANEWS

Haru Perjumpaan Terakhir Simpanse dan Pengasuhnya

Belanda, hetanews.com - Siapa bilang manusia dan binatang tidak memiliki ikatan emosional? Dalam salah satu video yang viral pada 2016, terlihat kedekatan batin antara seorang peneliti dengan simpanse. 

Video yang direkam di Kebun Binatang Royal Burgers, Belanda, itu memperlihatkan suasana saar simpanse betina berusia 59 tahun bernama Mama, bertemu kembali dengan seorang peneliti, Profesor Jan van Hooff. Mama dan van Hoof pertama kali bertemu pada tahun 1972. Ketika itu van Hoof berusaha mengembangbiakkan koloni simpanse di Kebun Binatang Royal Burgers.

Koloni yang dikembangbiakkan itu berhasil, dikutip dari The Independent juga merupakan koloni dalam kandang pertama yang sukses di dunia.  Sejak pertama kali bertemu, Mama dan van Hoof telah bersahabat akrab. Jalinan perkawanan itu terus berlanjut hingga kini keduanya menua. 

Namun, van Hoof masih segar bugar, sementara Mama dijangkiti penyakit yang membuat tubuhnya semakin ringkih. Dalam video itu terlihat Mama sedang meringkuk lemas di dalam kandangnya. Ia juga enggan disuapi makanan dan minuman.

Lalu terlihat van Hoof masuk ke dalam kandang. Ia menyapa Mama dengan bisikan dan elusan pelan. Mengetahui ada manusia yang berusaha berkomunikasi dengannya, Mama masih terdiam lemas. Sampai akhirnya ia mengangkat kepala dan tersenyum kepada van Hoof.

Melihat gaya komunikasi antara Mama dan van Hoof seperti melihat dua sahabat akrab yang bertemu kembali, meski tak ada bahasa yang diucapkan. Mama sesekali mengelus kepala kawannya, yang dibalas dengan hal sama oleh van Hoof. Ya, saya tidak akan meninggalkanmu sendirian. Cepat sembuh ya, kata van Hoof kepada Mama.

Video berakhir dengan keduanya berpelukan hangat. Satu minggu setelah video itu direkam, dikabarkan kalau Mama menutup mata untuk selama-lamanya. Sejak diunggah ke situs Youtube, video ini telah ditonton oleh 8 juta orang.

Keberadaan Mama sangat penting bagi koloni simpanse di kebun binatang. Ia memiliki karakter yang sangat kuat, tulis pihak pengelola Kebun Binatang Royal Burgers. Salah satu peneliti yang ikut mengembangkan koloni di Kebun Binatang Royal Burgers, Frans de Waal, juga mengatakan hal yang senada. Ia kerap menengahi konflik yang terjadi di koloninya. Ia akan sangat dirindukan, terutama oleh kami yang menjaganya.

sumber: cnnindonesia.com

Editor: sella.