HETANEWS

Ini Kronologi Penangkapan Terduga Simpatisan ISIS di Labuhanbatu

Polisi melakukan penggeledahan di rumaj salah satu terduga simpatisan ISIS.

Labuhanbatu, hetanews.com - Polres Labuhanbatu menangkap AK dan FD karena diduga sebagai simpatisan kelompok teroris ISIS. Penangkapan keduanya bermula dari penilangan lalu lintas.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang menceritakan, awalnya polisi menilang AK (27) warga Pekanbaru, Riau, di Jalan Lintas Sumatera Kelurahan Perdamean, Kecamatan Rantau Selatan pada Jumat (20/10/2017) sekira pukul 21.30 WIB.

AK yang mengendarai sepeda motor matic tidak melengkapi kendaraannya dengan nomor polisi. Ketika polisi memberhentikannya, AK juga tidak bisa menunjukan surat kendaraan.

Setelah ditilang AK menghubungi FD yang ternyata pemilik sepeda motor tersebut. FD yang datang ke lokasi penilangan, sempat memohon agar sepeda motornya dibebaskan. Namun, polisi menolak dan ingin menyita kendaraan tanpa surat dan plat nomor itu.

Dalam upaya membujuk agar diperbolehkan membawa pulang sepeda motornya, FD malah mengaku sebagai pendukung ISIS.

Polisi lalu lintas itu pun langsung menghubungi Satintelkam dan Polsek Bilah Hulu guna mendalami keterlibatan AK dan FD dalam kelompok teroris berdasarkan pengakuannya.

Kontrakan AK pun digeledah polisi. Di dalamya, polisi menemukan dokumen-dokumen tentang gerakan terorisme, yakni bendera ISIS, buku tentang kekhilafaan, sejumlah dokumen dan bendera khilafah islamiyah.

Frido menjelaskan, untuk kepentingan lebih lanjut, Polres Labuhanbatu berkoordinasi dan mengamankan dua pria terduga simpatisan kelompok radikal ISIS dan juga istri FD ke Polda Sumatera Utara (Poldasu).

"Kami sudah temukan dokumen dan kami belum bisa menyimpulkan lebih lanjut, nanti diselidiki lagi di Polda," kata Frido, Sabtu (21/10/2017) seperti dilansir Antara.

Terpisah, Kepala Lingkungan Perdamean, Suhadi menjelaskan, FD dikenal berprofesi sebagai tukang kunci yang membuka usaha di rumah kontrakannya sekitar setahun yang lalu. Sedangkan AK baru dilihatnya dalam sepekan ini.

Pihaknya tidak mengetahui tentang aktivitas mencurigakan serta keterlibatan AK dan FD dalam kelompok radikal di daerahnya.

"Keluarga FD tertutup. Yang saya tahu dia tukang kunci, rekannya tidak tahu kerja apa," katanya.

sumber: antara/ kumparan.com

Editor: aan.