HETANEWS

Selama JR Saragih Menjabat, Kerusakan Jalan di Simalungun Tinggal 32 Persen

JR Saragih bersama Relawan Semangat Baru Sumut.

Simalungun, hetanews.com- Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap kali terjadi pergantian kepala daerah, akan melahirkan pro dan kontra dari setiap kebijakan maupun tindakan yang dilakukan.

Kritikan maupun dukungan senantiasa mewarnai layar kaca pemberitaan di surat kabar maupun media elektronik.

Begitu pun yang dialami Bupati Simalungun 2 periode, JR Saragih. Mulai dari dugaan korupsi dan penyuapan yang sudah masuk ke meja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kabar miring lainnya.

Tetapi, tidak sedikit juga pihak yang mengapresiasi kinerja pemilik Yayasan Efarina Etaham ini semenjak menjabat sebagai Bupati Simalungun.

Isu-isu miring tersebut juga semakin merebak pasca JR Saragih mendeklarasikan diri sebagai salah satu Bakal Calon (Balon) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018.

Sederet dukungan pun mengalir kepada pemilik nama asli Jopinus Ramli Saragih, untuk maju dan bertarung melawan petahana yang diketahui menggandeng Bupati Langkat, Ngogesa Sitepu.

Dukungan untuk JR Saragih tentunya bukan tanpa alasan, sebagian besar kalangan masyarakat di Kabupaten Simalungun khususnya warga tingkat ekonomis lemah, menitipkan sebuah harapan bahwa putra daerah Simalungun tersebut mampu memimpin Sumut berbekal prestasi yang dimiliknya.

JR Saragih mengatakan, sebelum dirinya menjabat, potensi yang dimiliki Kabupaten Simalungun tidak sesuai dengan jumlah anggaran daerah yang hanya mencapai Rp 1,1 triliun. Namun dimasa jabatannya, anggaran dana derah meningkat hingga 2,4 Triliun rupiah.

“Pertama kali saya menjabat, anggaran Kabupaten Simalungun hanya berkisar Rp 1,1 triliun. apapun pun enggak bisa dilakukan dengan dana segitu. Pasca saya menjabat syukurlah sudah mencapai Rp 2,4 triliun,” ujarnya.

Jopinus juga tidak menampik anggapan masyarakat yang masih mengeluhkan kondisi infrastruktur utamanya jalan di beberapa daerah  yang rusak.

Menurutnya, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun telah melakukan perbaikan jalan dan mengajak masyarakat untuk melihat kemajuan infrastruktur jalan di Kabupaten Simalungun.

“Sekarang banyak masyarakat bilang JR itu jalan rusak, ya betul. Tapi sekarang bisa kita lihat, lebih banyak jalan yang sudah diperbaiki daripada yang rusak. Pertama saya menjabat, 82 perse  jalan rusak dan rusak parah 72 persen. Nah sekarang tinggal 32 persen yang rusak. Semua itu dilakukan Pemkab Simalungun untuk mengejar pengembangan potensi di Simalungun,” paparnya.

Penulis: tim. Editor: aan.