HETANEWS.COM

Karena Tidak Pakai Dasi, Oknum Guru Agama Pukul Siswa SMPN 3 Siantar

SMP Negeri 3 Siantar, Jalan Laguboti ujung, Kelurahan Martimbang, Kecamatan Siantar Selatan.(foto/hug)

Siantar, hetanews.com - Sabirin Purba (13), siswa kelas VII SMPN 3 Kota Siantar, menerima hukuman dari salah seorang oknum Guru Agama karena sering tidak berpakaian rapi.

Hukuman yang diberikan oknum guru tersebut, mengakibatkan Sabirin harus diperiksakan ke Rumah Sakit. Kejadian itu membuat keluarga Sabirin, meminta pertanggung jawaban dari pihak sekolah.

Peristiwa itu tidak dibantah oleh John Edi Situmorang. Menurut Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 3 ini, Sabirin sudah berungkali diperingati untuk mengenakan dasi ke sekolah.

Namun hal itu tidak pernah diindahkannya. Tiba saat mata pelajaran berlangsung, Sabirin dikeluarkan oleh oknum Guru Agama, tujuabnya supaya merapikan pakaian dan mengenakan dasi.

“Sering gak pakaian rapi. Kata Ibu Guru, sudah 3  bulan dia seperti itu. Disuruhlah memasang dasinya keluar (diluar kelas). Rupanya dasi gak pernah dibawa. Gak masuk-masuk (kelas) pulak anak ini (Sabirin),” ujar Edi, saat ditemui di halaman sekolah SMPN 3, Jalan Laguboti ujung, Kelurahan Martimbang, Kecamatan Siantar Selatan, Jumat (20/10/2017).

Kata Edi, kejadiannya berlangsung 1 minggu yang lalu, di $aat jam pelajaran pendidikan agama. Sabirin yang dikeluarkan dari kelas tiba-tiba masuk dan dipergoki masih belum mengenakan dasinya.

Melihat tingkah Sabirin, oknum Guru Agama pun diduga jengkel. Lantas memukul kepala Sabirin dengan menggunakan benda tumpul menyerupai kayu.

Ruangan Guru SMP Negeri 3 Siantar.(foto/hug)

Kejadian itu membuat batok kepala siswa asal Dusun Sipinggan Nagori Panombeian, Kabupaten Simalungun itu memar disertai bengkak. Beberapa hari kemudian dia merasa mual dan muntah.

“Mau selesai pelajaran pendidikan agama. Tiba tiba dia masuk (Sabirin). Terus ditanya gurunya, “Kok lama kali kau masuk?”. Ntah terpegangnya kayu-kayu (oknum Guru Agama), lalu diginikan lah,” kata Edi.

Setelah mendengar keluhan Sabirin, pihak keluarganya langsung mencari tau kejadian tersebut ke sekolah. Keluarga pun menuntut pertanggung jawaban oknum Guru Agama yang belakangan diketahui boru Saragih.

Saat itu, upaya yang dilakukan keluarga Sabirin terkesan diabaikan oleh pihak sekolah. Kemudian untuk kedua kalinya, Sabirin dan keluarganya kembali mendesak pihak sekolah untuk segara menangani kondisinya yang semakin menghkawatirkan.

“Keluhan yang  disampaikan sama kami, dia sering mual, muntah, karena kepalanya itu. Jadi kami khawatir kedepanya kondisinya kek mana. Kalau boleh diperiksakan dulu,”kata Dedi Manihuruk yang saat itu datang ke sekolah untuk meminta pertanggung jawaban.

Persoalan antara guru dan murid ini akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Kata Kepala Sekolah, Sabirin sudah dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa.

Biaya perobatan anak yang tinggal bersama kakek dan neneknya itupun ditanggung oleh pihak sekolah. Untuk oknum Guru Agama tersebut, Edi mengaku telah mengeluarkan sanksi tertulis.

“Sudah kita selesaikannya masalahnya .Permintaan dari pihak keluarga sudah kita laksanakan. Sudah kita bina gurunya. Namanya kan kesilapan,” kata Edi.

Senada dengan yang disampai Dedi Manihuruk, Sabirin pun akhirnya dibawa ke salah satu rumah sakit di Kota Siantar untuk diperiksa. 

“Sudah mau orang itu. Ini sudah kita bawa ke Vita Insani, nanti pengobatanya mereka yang nanggung,” ujar Dedi, dari seberang telepon

Sampai berita ini diterbitkan, oknum Guru Agama tersebut masih belum memberikan keterangan. Saat ditemui di lokasi sekolah, guru yang dipanggil boru Saragih itu, tidak ada ditemui di sekolah.

“Gak tau pak, mungkin sudah pulang,” ujar salah seorang  ibu, saat ditemui di ruang guru.

Penulis: huget. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!